• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    SPRIN Hadir di Brebes, Dorong Penurunan Angka Kematian Ibu dan Stunting

    Kamis, 14 Mei 2026, Mei 14, 2026 WIB Last Updated 2026-05-14T11:43:02Z
    masukkan script iklan disini



    Brebes, Opsjurnal.asia — Kegiatan sosial bertajuk Gerakan Nasional Selamatkan Perempuan Indonesia (SPRIN) digelar di Rumah Sakit Umum Islami Mutiara Bunda dan Puskesmas Tanjung, Kabupaten Brebes, Selasa (12/5/2026).

    Program nasional yang diinisiasi oleh Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia ini menjadi langkah nyata dalam upaya menekan angka kematian ibu (AKI), mencegah stunting, serta meningkatkan kesadaran terhadap bahaya kanker serviks.

    Gerakan SPRIN hadir sebagai respons atas masih tingginya angka kematian ibu di Indonesia yang mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup. Selain itu, program ini juga mendorong perubahan perspektif bahwa kesehatan perempuan merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

    Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengapresiasi RSU Islami Mutiara Bunda yang dinilai menjadi penggerak pelaksanaan program sosial tersebut di Brebes.

    “Ini merupakan aksi yang sangat mulia dan menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan swasta yang patut dicontoh. Program ini juga akan membantu Program JKN, khususnya dalam layanan bagi ibu hamil yang bersiap melahirkan,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa fasilitas kesehatan memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan akses layanan kesehatan ibu dan bayi berjalan optimal. Menurutnya, implementasi Program JKN terbukti meningkatkan persalinan di fasilitas kesehatan sekaligus menurunkan beban biaya masyarakat secara signifikan.

    Prihati juga mendorong perluasan cakupan kepesertaan JKN bagi ibu hamil di Kabupaten Brebes.

    “Pastikan tidak ada satu pun ibu hamil di Brebes yang tidak terlindungi JKN. Fasilitas kesehatan harus proaktif berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, pemerintah daerah hingga pemerintah desa agar seluruh ibu hamil, terutama dari keluarga kurang mampu, terdaftar sebagai peserta JKN aktif,” lanjutnya.

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, Ulul Albab, menjelaskan bahwa penyebab angka kematian ibu kini mengalami pergeseran.

    “Sekarang penyebab tertinggi angka kematian ibu bergeser menjadi komplikasi non-obstetri seperti penyakit jantung dan penyakit penyerta lainnya,” terangnya.

    Ia menambahkan bahwa penanganan angka kematian ibu tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan semata.

    “Hampir 32 persen disebabkan oleh penyakit penyerta komplikasi non-obstetri. Selain itu, kanker serviks juga masih menjadi persoalan serius,” tambahnya.

    Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 200 ibu hamil menerima bantuan paket nutrisi berupa vitamin, susu hamil, telur, dan beras sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan ibu dan calon bayi.

    Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma bersama Direktur Utama BPJS Kesehatan dan Sekretaris Jenderal POGI juga meninjau langsung proses skrining ibu hamil di RSU Islami Mutiara Bunda dan Puskesmas Tanjung.

    “Makan makanan yang sehat, jangan terlalu sering mengonsumsi makanan instan. Perbanyak buah, sayur, dan ikan agar ibu tetap sehat dan persalinan berjalan lancar,” pesan Paramitha kepada salah satu ibu hamil saat pemeriksaan USG.

    Salah satu penerima bantuan, Tanti, warga Desa Sengon, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah dan pihak rumah sakit.

    “Saya mendapatkan bantuan vitamin, susu hamil, telur, dan beras dari Ibu Bupati dan Rumah Sakit Mutiara Bunda. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi ibu-ibu hamil, khususnya di Kabupaten Brebes,” ujarnya.

    Melalui Gerakan SPRIN, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan perempuan semakin meningkat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan sektor swasta dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

    (DIYARNI/YANI) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini