Jakarta,OpsJurnal.Asia -
Pendidikan merupakan nilai fundamental yang memastikan manusia memperoleh kekuatan sebagai keniscayaan dari perintah Sang Pencipta, Allah SWT, dalam menjalani seluruh aspek kehidupan di muka bumi. Firman Allah “Bacalah” mengandung makna mendalam, bahwa melalui membaca manusia dapat memahami berbagai nilai kehidupan.
Namun demikian, makna “bacalah” tidak terbatas pada aktivitas membaca teks atau buku semata. Secara substansial, membaca merupakan perintah untuk menggunakan akal secara optimal, guna memahami kehidupan secara benar dan menyeluruh. Dengan demikian, membaca adalah proses berpikir, merenung, dan memahami realitas kehidupan dengan akal yang dianugerahkan oleh Allah SWT.
Dalam perspektif keagamaan, akal adalah instrumen utama yang secara tegas diperintahkan untuk digunakan dalam kehidupan. Bahkan, dalam Al-Qur’an, penggunaan akal diingatkan berulang kali. Hal ini menegaskan bahwa akal merupakan pembeda utama antara manusia dengan makhluk lainnya. Manusia yang menggunakan akalnya akan mempertegas nilai kemanusiaannya, sedangkan yang mengabaikannya sejatinya telah mereduksi nilai tersebut.
Alhamdulillah, saat ini Indonesia memiliki pemimpin yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan melalui pendekatan rasionalitas atau akal sehat. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sejak dilantik hingga saat ini dinilai telah menegaskan pentingnya kepentingan rakyat sebagai prioritas utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sikap dan tindakan tersebut merupakan bentuk pendidikan substansial bagi masyarakat. Pendidikan tidak hanya terbatas pada ranah formal, tetapi juga tercermin dalam kebijakan dan program yang berdampak langsung pada kehidupan rakyat.
Pendidikan substansial adalah nilai-nilai kebaikan yang lahir dari kesadaran mendalam untuk menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan manusia. Pendidikan ini membentuk karakter, meningkatkan kualitas hidup, dan memberikan manfaat yang terukur bagi masyarakat luas.
Seluruh program dan kebijakan yang dijalankan diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga hadir dalam praktik kehidupan sehari-hari melalui kebijakan yang berpihak pada rakyat.
Kerakyatan Edukatif
Selain program Sekolah Rakyat yang bertujuan menghadirkan keadilan dalam pendidikan formal, pendekatan pendidikan kerakyatan secara substansial juga diwujudkan melalui berbagai kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Dalam pandangan ini, setiap program dan kebijakan diarahkan untuk memberikan manfaat bagi rakyat, bangsa, dan negara. Pendidikan kerakyatan menjadi bentuk nyata dari upaya membangun kehidupan yang lebih baik, berlandaskan nilai-nilai kebaikan universal yang sejalan dengan ajaran agama.
Dengan demikian, seluruh ikhtiar tersebut diharapkan menjadi amal kebaikan yang diridhai Allah SWT, karena berorientasi pada kemaslahatan umat manusia.

