• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Penanganan Patah Tulang Harus Tepat, Dokter RSUD Sumberrejo Jelaskan Risiko Salah Tindakan

    Jumat, 22 Mei 2026, Mei 22, 2026 WIB Last Updated 2026-05-22T12:38:32Z
    masukkan script iklan disini


    Bojonegoro, Jatim | OpsJurnal.Asia -

    Patah tulang tidak boleh ditangani sembarangan. Mengurut cedera justru bisa memperparah kondisi pasien.


    Hal itu dibahas dalam talkshow SAPA! di Radio Malowopati FM, Jumat 22 Mei 2026, bersama Dinkes dan Kominfo.


    Tema yang diangkat yakni mitos dan fakta soal patah tulang yang selama ini masih sering dipercaya warga.


    Narasumber kegiatan tersebut ialah dr. Muhammad Wildan Faris, dari RSUD Sumberrejo Bojonegoro.


    “Penanganan patah tulang tidak boleh sembarangan karena bisa memperparah cedera,” ujar Faris sapaan akrabnya.


    Dalam penjelasannya, Faris menyebut masih banyak warga percaya patah tulang harus diurut.


    “Masih banyak masyarakat percaya patah tulang harus diurut, padahal risikonya sangat besar,” jelasnya.


    Padahal tindakan tersebut berisiko merusak saraf, pembuluh darah, hingga memicu kecacatan permanen.


    Ia mengingatkan masyarakat segera memeriksakan diri setelah mengalami benturan atau cedera berat.


    “Jangan menunda pemeriksaan medis karena kondisi tulang bisa semakin parah bila terlambat ditangani,” katanya.



    Menurutnya, tidak semua kasus patah tulang harus dioperasi karena ada penanganan konservatif medis.


    “Tidak semua patah tulang harus dioperasi karena banyak kasus masih dapat ditangani konservatif,” tambahnya.


    Penanganan konservatif dapat dilakukan melalui pemasangan gips, bidai, maupun tindakan traksi tertentu.


    Cara itu umumnya dilakukan jika posisi tulang masih stabil dan tidak mengalami pergeseran berat.


    Namun operasi tetap dibutuhkan pada kasus patah tulang terbuka atau kerusakan jaringan sekitar.


    “Operasi dilakukan bila terjadi patah tulang terbuka atau pergeseran tulang yang cukup berat,” ungkapnya.


    Faris meminta masyarakat tidak menunda pemeriksaan meski rasa nyeri masih terasa ringan.


    Penundaan penanganan dapat membuat tulang menyatu tidak sempurna bahkan gagal menyatu kembali.


    “Pemeriksaan X-ray penting agar dokter menentukan penanganan yang paling tepat bagi pasien,” tegasnya.


    Melalui edukasi ini, Pemkab Bojonegoro berharap warga lebih memahami pentingnya penanganan medis yang benar. [Agus].

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini