• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Lonjakan Pekerja Bojonegoro 2025 Capai 818,94 Ribu, Kebijakan Remaja Jadi Perhatian

    Rabu, 20 Mei 2026, Mei 20, 2026 WIB Last Updated 2026-05-20T04:11:16Z
    masukkan script iklan disini


        Bojonegoro Jatim | OpsJurnal.Asia

    Bojonegoro mencatat tren peningkatan jumlah penduduk bekerja dalam tiga tahun terakhir berdasarkan data resmi BPS Sakernas.

    Pada 2023, jumlah penduduk bekerja tercatat 750,14 ribu orang, menunjukkan kondisi ketenagakerjaan yang relatif stabil di daerah.

    Tahun 2024 mengalami kenaikan tipis menjadi 752,61 ribu orang, menandakan adanya perbaikan kecil dalam penyerapan tenaga kerja lokal.

    Memasuki 2025, jumlah tersebut meningkat signifikan menjadi 818,94 ribu orang di Kabupaten Bojonegoro.

    Lonjakan ini mencerminkan adanya dinamika ekonomi daerah yang lebih aktif dibanding periode dua tahun sebelumnya secara statistik.

    Data BPS Sakernas tersebut mencakup seluruh penduduk bekerja, baik di sektor formal seperti karyawan maupun sektor informal.

    Termasuk di dalamnya buruh, petani, pedagang kecil, pekerja mandiri, hingga pekerja keluarga tidak dibayar dalam kegiatan ekonomi rumah tangga.

    BPS menegaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil estimasi survei sehingga dapat mengalami fluktuasi antar tahun pengukuran.


    Perubahan ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi daerah, struktur lapangan kerja, investasi, serta mobilitas tenaga kerja di berbagai sektor.

    Meski tren menunjukkan peningkatan jumlah pekerja, tantangan ketenagakerjaan tetap berada pada aspek kualitas dan keberlanjutan pekerjaan.

    Selain itu, kelompok remaja dan usia muda menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap pengangguran terselubung dan pekerjaan tidak layak.

    Karena itu, isu remaja rentan perlu menjadi bagian penting dalam prioritas penciptaan kerja oleh pemerintah daerah ke depan.

    Tanpa intervensi kebijakan yang tepat, bonus demografi berisiko berubah menjadi beban sosial apabila generasi muda tidak terserap pasar kerja.

    Pemerintah daerah didorong untuk memperkuat link and match pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri dan sektor produktif lokal.

    Selain penciptaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan, pelatihan kerja, dan akses kewirausahaan bagi remaja menjadi langkah strategis.

    Dengan demikian, pertumbuhan jumlah pekerja tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga mampu menciptakan kualitas kerja yang lebih layak dan berkelanjutan. [Agus].
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini