Garut.Opsjurnal.asia – Setiap perjuangan besar tidak hanya dibangun oleh tokoh yang tampil di garis depan. Di baliknya, terdapat mereka yang bekerja dengan tenang, tidak mencari sorotan, dan mengorbankan waktu serta tenaga demi menjaga cita-cita tetap hidup. Salah satu sosok kunci yang memiliki peran tak tergantikan dalam perjalanan panjang mewujudkan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Garut Utara adalah Uu Amrullah (Alm).
Beliau bukan sekadar nama dalam struktur organisasi. Uu Amrullah (Alm) dikenal sebagai arsitek proses dan pengawal administrasi yang turut merancang arah gerakan, menjaga konsistensi kerja, serta memastikan setiap tahapan perjuangan berjalan secara tertib dan bertanggung jawab.
*Berbagai Peran Menyokong Gerakan*
Sepanjang perjalanan Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM GATRA), beliau memegang amanah penting yang saling berkaitan. Beliau tercatat sebagai salah satu Konseptor Deklarasi PM GATRA, anggota Tim Perumus Perjuangan, serta Penyusun Proposal Awal usulan pemekaran.
Selain pemikiran strategis, kontribusi nyata beliau terlihat dari jabatan operasional yang diemban: Sekretaris PM GATRA, Sekretaris Panitia Percepatan Pembentukan Kabupaten Garut Utara (P3KGU), hingga Kepala Sekretariat PM GATRA.
Sebagai organisatoris lapangan, beliau memegang kendali atas administrasi organisasi, pelaksanaan kegiatan, pemenuhan kebutuhan teknis, serta menjembatani komunikasi antar berbagai elemen masyarakat. Di tangan beliau, berbagai persoalan yang muncul dalam dinamika perjuangan diupayakan diselesaikan dengan kepala dingin dan penuh tanggung jawab.
*Mengawal Proses dari Akar Rumput*
Salah satu kontribusi terbesar Uu Amrullah adalah keterlibatannya secara langsung dalam pemenuhan persyaratan administratif. Beliau turun ke lapangan mengawal pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes) yang meliputi 11 kecamatan dan 116 desa. Tahapan ini menjadi pondasi penting guna memperkuat legitimasi dukungan masyarakat terhadap gagasan pemekaran.
Perjalanan ini tidaklah mudah. Berbagai tantangan muncul: mulai dari perbedaan pandangan, kendala administrasi, hingga dinamika internal di sejumlah desa. Bahkan, beliau turut terlibat dalam pengawasan pelaksanaan Musdes ulang, serta memfasilitasi kesepakatan mengenai hal-hal strategis seperti nama daerah dan lokasi calon ibu kota kabupaten.
Melalui pendekatan yang komunikatif dan kerja tanpa mengenal lelah, berbagai hambatan tersebut dapat dilalui. Beliau menjadi penyangga yang memastikan proses tetap berjalan, administrasi tetap rapi, dan semangat organisasi tetap terjaga.
*Dikenal Loyal dan Penuh Dedikasi*
Pengabdiannya tidak berhenti di tingkat desa. Uu Amrullah (Alm) juga aktif mengawal proses di tingkat kabupaten, wilayah, hingga provinsi. Ia dikenal di lingkungan PM GATRA sebagai sosok yang memiliki loyalitas tinggi, disiplin, dan tanggung jawab yang kuat. Sifat-sifat inilah yang membuatnya sangat dipercaya oleh pimpinan organisasi.
Banyak pihak menilai bahwa perjalanan panjang memenuhi syarat-syarat pemekaran akan terasa jauh lebih berat tanpa kehadiran beliau. Ia bukan sekadar pengisi posisi, melainkan pekerja perjuangan, pengawal proses, dan penjaga ritme gerakan. Seluruh waktu, tenaga, dan pikiran dicurahkan sepenuhnya demi cita-cita masyarakat Garut Utara.
Warisan Keteladanan
Tuhan Yang Maha Kuasa akhirnya memanggil beliau untuk kembali. Kepergiannya meninggalkan rasa duka, namun sekaligus meninggalkan jejak yang abadi: nilai kesetiaan, dedikasi, dan ketulusan berkorban.
Jejak perjuangan sejati tidak selamanya diukur dari jabatan yang disandang, melainkan dari kesetiaan dan pengabdian yang diberikan. Nama Uu Amrullah selamanya akan tercatat dalam lembaran sejarah sebagai salah satu tokoh kunci yang bekerja dalam diam demi masa depan yang lebih baik.
Semoga Allah SWT senantiasa menerima segala amal ibadah dan pengabdian beliau, mengampuni segala kekhilafan, melapangkan alam kuburnya, dan menjadikan perjuangannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Semoga beliau ditempatkan di sisi Allah SWT di tempat yang paling mulia.
Alfatihah.
*Catatan Dokumentasi Sejarah*
Berita ini disusun sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan perjalanan panjang perjuangan pembentukan CDOB Kabupaten Garut Utara, agar semangat pengorbanan dan keteladanan para pendahulu tidak hilang ditelan zaman.
“Perjuangan besar tidak hanya membutuhkan orang yang berdiri di depan. Tetapi juga mereka yang bekerja dalam diam, menjaga langkah perjuangan tetap hidup hingga akhir pengabdiannya.”
(M.A.Zakariyya S.E)

