• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Ibu Ade Berjuang Lawan Kanker, Di Mana Pemerintah Kabupaten Bojonegoro?

    Rabu, 20 Mei 2026, Mei 20, 2026 WIB Last Updated 2026-05-20T17:41:51Z
    masukkan script iklan disini


    Bojonegoro, Jatim | OpsJurnal.Asia - 
    Kisah Ibu Ade, warga Desa Semanding, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

    Warga Semanding itu menghadirkan gelombang empati di media sosial masyarakat luas.

    Ibu Ade, seorang perempuan yang disebut menderita kanker payudara stadium 4 hingga kesulitan berjalan.

    Kini bergantung pada uluran tangan masyarakat luas untuk mendapatkan bantuan kursi roda.

    Warga bergerak cepat. Donasi dibuka. Bantuan mulai dicari melalui media sosial.

    Ruang digital berubah menjadi tempat gotong royong dan kepedulian banyak orang.

    Namun di balik solidaritas itu, muncul pertanyaan perlahan di tengah perhatian publik.

    Ketika warga membuka donasi pasien sakit berat, di mana pemerintah kabupaten Bojonegoro?

    Pertanyaan itu bukan lahir dari kemarahan, melainkan kegelisahan sosial masyarakat.

    Sebab persoalan kesehatan berat semestinya tidak dipikul sendiri oleh keluarga pasien.

    Publik mulai menoleh kepada pemerintah desa dan puskesmas setempat terkait pasien.

    Pihak kecamatan hingga Dinas Kesehatan Bojonegoro juga mulai ikut dipertanyakan.

    Apakah kondisi pasien telah terdata dan mendapatkan pendampingan secara maksimal?

    Apakah bantuan kesehatan dan sosial benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan?

    Di tingkat paling dekat, pemerintah desa tentunya memahami kondisi sosial warganya langsung.

    Sementara puskesmas bukan sekadar tempat berobat, tetapi pusat pendampingan bagi warga.

    Begitu pula pemerintah kabupaten Bojonegoro dengan berbagai program perlindungan sosial masyarakat.

    Dengan kapasitas anggaran yang besar, publik berharap ada respons cepat kemanusiaan.

    Ironinya, pasien kanker stadium lanjut justru berharap bantuan kursi roda dari publik.


    Padahal Bojonegoro memiliki RSUD Sosodoro Djatikoesoemo sebagai rumah sakit rujukan.

    Rumah sakit milik pemerintah daerah itu juga berstatus rumah sakit tipe B di daerah.

    Bahkan RSUD Sosodoro terus ditargetkan naik kelas menjadi rumah sakit tipe A Bojonegoro.

    Layanan kesehatan unggulan juga terus dikembangkan oleh rumah sakit daerah tersebut.

    Mulai layanan jantung terpadu hingga penguatan layanan kanker dan fasilitas modern.

    Karena itu, publik mulai bertanya ketika fasilitas kesehatan terus dikembangkan.

    Mengapa masih ada warga yang merasa berjuang sendirian menghadapi penyakit berat?

    Kisah ini akhirnya bukan hanya tentang bantuan kursi roda bagi seorang pasien sakit.

    Lebih dari itu, ini tentang harapan hadirnya pelayanan sosial dan kesehatan nyata.

    Solidaritas masyarakat tentu menjadi wajah baik kemanusiaan di tengah kehidupan.

    Namun idealnya, gotong royong warga berjalan bersama respons cepat pemerintah.

    Sebab ukuran hadirnya pemerintah terlihat dari perhatian kepada rakyat kecil sakit.

    Apakah mereka merasa diperhatikan, atau justru merasa sendirian menghadapi hidup. [Agus]
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini