Garut,OpsJurnal.Asia -
Langkah luar biasa yang dilakukan pemerintah daerah dengan mengumpulkan unsur kekuatan penuh mulai dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan (KCD), Camat, Danramil, hingga Kapolsek dalam sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menuai respons positif sekaligus apresiasi tinggi dari kalangan pelaku pendidikan. Kehadiran gabungan unsur sipil, militer, dan kepolisian ini menjadi sinyal keras bahwa tahun ini, praktik kotor, pungutan liar, maupun rekayasa jalur penerimaan akan dipatahkan habis-habisan.
Menanggapi momentum bersejarah ini, Drs. H. Asep Ansor Mujahidin, M.Si., Kepala Sekolah SMAN 3 Garut Cibatu, memberikan tanggapan mendalam dalam wawancara eksklusif melalui sambungan telepon bersama awak media opsjurnal.asia yang dipimpin langsung Kepala Perwakilan Jawa Barat, M.A. Zakariyya, S.E.
Bagi pimpinan sekolah yang dikenal tegas dan berintegritas tinggi ini, kehadiran unsur Tripatriat dalam forum sosialisasi bukan sekadar formalitas, melainkan payung kekuatan hukum dan jaminan nyata bagi kemurnian proses pendidikan.
"Langkah yang diambil para pimpinan kita — mulai dari Bapak KCD, Bapak Camat, Bapak Danramil, hingga Bapak Kapolsek — dengan hadir bersama dalam satu forum sosialisasi ini, adalah sebuah tonggak sejarah yang sangat besar maknanya. Pesannya sangat keras dan sangat jelas kepada siapa saja: 'Tahun ini kami awasi, kami jaga, dan kami pastikan semuanya berjalan lurus'. Bagi saya selaku kepala sekolah, ini adalah dukungan terbesar dan kekuatan terkuat yang kami miliki untuk bekerja jujur dan bersih," ungkap Drs. H. Asep Ansor Mujahidin di ujung telepon dengan nada penuh keyakinan. Kamis, (22/05/26)
Menurutnya, selama ini tantangan terbesar pelaksanaan penerimaan siswa baru sering kali datang dari tekanan pihak luar, keinginan oknum tertentu, maupun kekhawatiran akan ketidakadilan. Namun, dengan komitmen tertulis dan lisan dari seluruh pemangku wilayah yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut, seluruh beban kekhawatiran itu sirna seketika.
"Kalau Camat, Danramil, dan Kapolsek saja sudah berjanji mengawal dan menindak tegas pelanggaran, lantas siapa yang berani bermain? Ini menjadi tameng sekaligus pedang. Tameng bagi kami agar aman dari tekanan, dan pedang bagi siapa saja yang berniat buruk mengotori proses ini. Pesan saya untuk semua pihak: Jangan coba-coba, karena mata pengawasan ada di mana-mana dan hukum sudah siap menindak," tegasnya.
Ditanya terkait kesiapan pihaknya menyambut pelaksanaan SPMB tahun ini, Drs. H. Asep Ansor Mujahidin menegaskan bahwa SMAN 3 Cibatu telah menyiapkan segalanya berlandaskan prinsip transparansi mutlak. Ia menjamin, tak ada satu rupiah pun pungutan di luar ketentuan, tak ada jalur khusus di bawah tangan, dan seluruh proses akan terbuka untuk diawasi siapa saja.
"Di SMAN 3 Cibatu, aturan adalah harga mati. Kami siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati, mengutamakan hak anak-anak mendapatkan pendidikan sesuai domisili dan prestasi, tanpa ada rekayasa sedikit pun. Kami sangat mendukung sistem baru ini karena tujuannya mulia: keadilan bagi semua warga negara. Dan dengan adanya jaminan keamanan dan ketertiban dari unsur Tripatriat tadi, kami semakin berani berpegang teguh pada aturan, tak perlu takut, dan tak perlu ragu," ujarnya.
Ia juga memuji langkah pemerintah yang menggabungkan kekuatan unsur militer dan kepolisian dalam pengawasan pendidikan. Menurutnya, pendidikan adalah urusan negara, dan menjamin kelancaran pendidikan adalah tugas seluruh elemen bangsa.
"Pendidikan bukan urusan dinas pendidikan saja, tapi urusan kita semua. Kalau sekolah, pemerintah kecamatan, TNI, dan Polri sudah satu komando menjaga kemurnian ini, maka dipastikan tahun ini akan menjadi tahun paling bersih dalam sejarah penerimaan siswa baru. Ini momen emas untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan," tambahnya.
Di akhir perbincangan eksklusif dengan M.A. Zakariyya, S.E., Kepala Sekolah yang berdedikasi tinggi ini juga mengajak seluruh masyarakat, orang tua murid, dan warga Cibatu untuk turut aktif mengawasi. Ia menegaskan, keterbukaan informasi adalah kunci.
"Kami mengundang seluruh masyarakat, awak media, dan elemen pengawas untuk melihat langsung kerja kami. Kalau ada yang janggal, kalau ada yang tidak beres, atau ada yang meminta biaya di luar aturan, tolong langsung laporkan. Pintu kami terbuka, posko aduan Camat, Koramil, dan Polsek pun sudah disiapkan. Bersama-sama kita jaga agar anak-anak kita bersekolah dengan tenang, jujur, dan penuh keadilan," pungkas Drs. H. Asep Ansor Mujahidin, M.Si.
Sementara itu, M.A. Zakariyya, S.E., menilai pernyataan Kepala SMAN 3 Cibatu ini mewakili suara besar dunia pendidikan yang selama ini mendambakan kepastian hukum. "Ketika kepala sekolah sudah merasa aman dan didukung kekuatan penuh negara, maka kualitas pelayanan publik pun akan naik drastis. Ini adalah kemenangan besar bagi pendidikan kita," ujar Zakariyya usai wawancara.
Kini, mata masyarakat tertuju pada pelaksanaan nyata. Dengan kekuatan gabungan KCD, Camat, Danramil, Kapolsek, serta komitmen tegas kepala sekolah, jaminan SPMB bersih, adil, dan bebas pungli bukan lagi sekadar janji, melainkan kenyataan yang siap diwujudkan!
(M.A.Zakariyya S.E)

