• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Wali Kota Tegal Minta Perluasan Pelabuhan dalam Prioritas Pengembangan PPN Tegalsari Tahun 2026

    Kamis, 02 April 2026, April 02, 2026 WIB Last Updated 2026-04-02T11:45:44Z
    masukkan script iklan disini



    JAKARTA,opsjurnal.asia – Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, mengharapkan adanya penambahan luas Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tegalsari dalam rencana pengembangan yang menjadi prioritas pada tahun 2026. Menurutnya, perluasan diperlukan agar pelabuhan mampu menampung lebih banyak kapal.


    "Luasannya minimal empat kali lipat dari yang sudah ada. Paling tidak ada penambahan 60 hektar sehingga menjadi 77,2 hektar," ujar Dedy Yon saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah dalam kunjungan ke Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Ruang Rapat Nelayan, Gedung Mina Bahari II Lantai 12 Jakarta, Kamis (2/4/2026) siang.


    Turut hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif beserta jajaran, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono yang didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian dan Pangan Kota Tegal, Cucuk Daryanto.


    Dalam kesempatan itu, Wali Kota Tegal menyampaikan bahwa permasalahan di PPN Tegalsari telah lima kali menelan korban akibat kebakaran kapal yang hampir terjadi setiap tahun.


    Ia menjelaskan, luas pelabuhan di Kota Tegal saat ini hanya 17,2 hektar. Pada awal perencanaan, kapasitas pelabuhan hanya untuk 500 kapal dengan rata-rata ukuran 25-150 Gross Tonnage (GT). Namun kini kapal yang beroperasi mencapai 50-200 GT dengan rata-rata 100 GT.


    "Pelabuhan yang ada sekarang ini idealnya hanya cukup untuk 350 kapal. Tetapi pada waktu Lebaran, saat nelayan ramai mendarat, kapal yang masuk bisa mencapai 1.300 unit. Ini sudah melebihi kapasitas," ujar Dedy Yon.


    Ia menambahkan, kondisi over capacity tersebut menyulitkan kapal untuk parkir. Apalagi jika terjadi kebakaran, api dari satu kapal akan mudah merambat ke kapal lain yang berdekatan.


    Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, menyampaikan bahwa pihaknya akan fokus pada pengembangan pelabuhan di Tegal, Cilacap, dan Pekalongan pada tahun 2026 mendatang.


    "Hal ini sejalan dengan proyek Integrated Fishing Ports and International Fish Market Phase II yang didukung pinjaman luar negeri dari Asian Development Bank (ADB). Beberapa bulan lalu, Ketua Komisi IV DPR RI hadir di sana dan menyampaikan agar kami memprioritaskan serta mengakselerasi pembangunan Pelabuhan Tegalsari. Diharapkan berjalan sesuai jadwal," ujarnya.


    Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam kesempatan tersebut mendorong Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah untuk segera berkoordinasi dengan Wali Kota Tegal terkait aset pelabuhan. Hal ini penting agar aset dapat terpetakan sekaligus mempersiapkan pengalihannya.


    "Saya tidak ingin pada saat nanti akan dibangun, terjadi masalah di sana," tegasnya.

    (DIYARNI) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini