Bojonegoro Jatim | OpsJurnal.Asia
Bojonegoro memiliki tiga Desa Cinta Statistik (CANTIK) baru di tahun 2026. Penghargaan diserahkan Rabu kemarin (15/4/2026).
Acara Pencanangan Desa CANTIK berlangsung meriah di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro. Ini tonggak penting bagi data desa.
Desa Rendeng (Malo), Pakuwon (Sumberejo), dan Sonorejo (Padangan) adalah tiga desa terpilih. Mereka menunjukkan komitmen data.
Profil Desa CANTIK Bojonegoro 2026.
1. Desa Rendeng, Kecamatan Malo
Desa Rendeng kaya potensi, terutama industri kreatif dan pariwisata budaya. Dikenal "Pusat Kerajinan Gerabah" terbesar di Bojonegoro.
Sentra Kerajinan Gerabah ini warisan turun-temurun, jadi ciri khas dan mata pencarian. Juga ada pertanian dan perdagangan.
Rendeng berkembang jadi "Desa Wisata Edukasi Berbasis Kerajinan Lokal." Potensinya kuat, berdaya saing, dan makin populer.
Sentra gerabah tingkatkan ekonomi, tarik wisatawan, pelajar, dan pelaku usaha. Perkuat desa sebagai pusat kreatif, lestarikan budaya.
2. Desa Pakuwon, Kecamatan Sumberejo
Desa Pakuwon unggul dalam pelayanan publik dan pengelolaan data statistik. Mandiri sumber daya air bersih (HIPPAM).
Potensi utama pertanian dengan lahan produktif. Desa ini inovatif, terbukti dengan SIMPEDES sejak 2006.
SIMPEDES wujudkan digitalisasi awal layanan publik. Layanan lebih efektif, transparan, dan modern bagi masyarakat.
Pakuwon raih Inovasi Digital dan Pelayanan Publik Radar Bojonegoro Award 2025. Maju, mandiri, berdaya saing, adaptif teknologi.
3. Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan
Desa Sonorejo punya potensi wisata air, kuliner baru, dan pertanian. Waduk Sonorejo (PWS) jadi destinasi favorit keluarga.
PWS kini destinasi wisata populer Bojonegoro. Tarik wisatawan, dorong ekonomi masyarakat sekitar secara berkelanjutan.
Ketiga desa ini bergabung dengan 13 desa CANTIK lainnya. Total kini Bojonegoro punya 16 desa yang melek statistik.
Data BPS Bojonegoro menunjukkan perkembangan pesat. Komitmen data yang kuat, fondasi pembangunan masa depan Bojonegoro. [Ags].

