• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    .Nelayan Pantura Tertekan Kelangkaan Solar Subsidi, Beralih ke Dexlite Demi Tetap Melaut

    Selasa, 14 April 2026, April 14, 2026 WIB Last Updated 2026-04-14T12:10:27Z
    masukkan script iklan disini



    TEGAL, opsjunal.asia – Nelayan di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah tengah menghadapi krisis bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Keterbatasan pasokan membuat mereka terpaksa membeli BBM nonsubsidi jenis Dexlite dengan harga yang jauh lebih tinggi demi tetap bisa melaut.


    Kondisi tersebut dialami Tegar, seorang nelayan Pantura, yang ditemui di SPBU MURI, Pantura Tegal, Selasa (14/4/2026). Ia mengaku terpaksa menggunakan Dexlite karena perahunya harus segera berangkat.


    “Perahu ingin segera berangkat, akhirnya terpaksa beli Dexlite,” ujarnya dengan nada kesal.


    Menurut Tegar, kenaikan harga BBM jenis B40 turut memperparah situasi. Ia menyebut harga B40 yang sebelumnya sekitar Rp26.000 per liter kini naik menjadi Rp28.000 per liter.


    “Kalau harganya seperti ini terus, nelayan bisa tidak beroperasi,” keluhnya.


    Di lokasi, tim media juga melihat tulisan keluhan yang mencerminkan kondisi serupa, yakni sulitnya memperoleh solar subsidi sehingga nelayan memilih membeli BBM nonsubsidi di SPBU.


    Tegar menambahkan, kelangkaan solar telah dirasakan sejak sebelum Hari Raya Idulfitri 2026. Pasokan yang biasanya tersedia di lingkungan nelayan kini semakin sulit diperoleh.


    “Kesulitan solar sudah terjadi sejak sebelum Idulfitri 2026. Solar yang biasa kami dapatkan sekarang sulit,” ungkapnya.


    Kondisi ini membuat aktivitas melaut para nelayan terganggu, sementara kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi.


    Mewakili nelayan di wilayah Pantura seperti Tegal, Kluwut, dan sekitarnya, Tegar menyampaikan harapan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, agar segera memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut.


    “Kami memohon kepada Bapak Presiden agar memperhatikan nelayan. Saat ini kami belum bisa melaut karena bahan bakar belum tersedia,” ujarnya.


    Ia juga berharap pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan khusus yang memungkinkan nelayan mengakses BBM dengan harga yang lebih terjangkau, termasuk untuk kapal di atas 32 ton.


    Peralihan dari B40 ke Dexlite ini merupakan pengalaman pertama bagi Tegar. Ia memilih membeli langsung di SPBU karena harga melalui pihak transporter dinilai lebih mahal dan mekanisme pembelian yang belum dipahaminya.


    “Akhirnya mencoba sendiri membeli ke SPBU,” tutupnya.


    TEGAL, opsjunal.asia – Nelayan di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah tengah menghadapi krisis bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Keterbatasan pasokan membuat mereka terpaksa membeli BBM nonsubsidi jenis Dexlite dengan harga yang jauh lebih tinggi demi tetap bisa melaut.


    Kondisi tersebut dialami Tegar, seorang nelayan Pantura, yang ditemui di SPBU MURI, Pantura Tegal, Selasa (14/4/2026). Ia mengaku terpaksa menggunakan Dexlite karena perahunya harus segera berangkat.


    “Perahu ingin segera berangkat, akhirnya terpaksa beli Dexlite,” ujarnya dengan nada kesal.


    Menurut Tegar, kenaikan harga BBM jenis B40 turut memperparah situasi. Ia menyebut harga B40 yang sebelumnya sekitar Rp26.000 per liter kini naik menjadi Rp28.000 per liter.


    “Kalau harganya seperti ini terus, nelayan bisa tidak beroperasi,” keluhnya.


    Di lokasi, tim media juga melihat tulisan keluhan yang mencerminkan kondisi serupa, yakni sulitnya memperoleh solar subsidi sehingga nelayan memilih membeli BBM nonsubsidi di SPBU.


    Tegar menambahkan, kelangkaan solar telah dirasakan sejak sebelum Hari Raya Idulfitri 2026. Pasokan yang biasanya tersedia di lingkungan nelayan kini semakin sulit diperoleh.


    “Kesulitan solar sudah terjadi sejak sebelum Idulfitri 2026. Solar yang biasa kami dapatkan sekarang sulit,” ungkapnya.


    Kondisi ini membuat aktivitas melaut para nelayan terganggu, sementara kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi.


    Mewakili nelayan di wilayah Pantura seperti Tegal, Kluwut, dan sekitarnya, Tegar menyampaikan harapan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, agar segera memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut.


    “Kami memohon kepada Bapak Presiden agar memperhatikan nelayan. Saat ini kami belum bisa melaut karena bahan bakar belum tersedia,” ujarnya.


    Ia juga berharap pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan khusus yang memungkinkan nelayan mengakses BBM dengan harga yang lebih terjangkau, termasuk untuk kapal di atas 32 ton.


    Peralihan dari B40 ke Dexlite ini merupakan pengalaman pertama bagi Tegar. Ia memilih membeli langsung di SPBU karena harga melalui pihak transporter dinilai lebih mahal dan mekanisme pembelian yang belum dipahaminya.


    “Akhirnya mencoba sendiri membeli ke SPBU,” tutupnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini