• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Maret Samuel Sueken: Perjalanan Insinyur Energi dan Praktisi Tata Kelola dari Daerah Terpencil ke Panggung Nasional

    Jumat, 10 April 2026, April 10, 2026 WIB Last Updated 2026-04-10T01:55:38Z
    masukkan script iklan disini

     


    Jakarta,OpsJurnal.Asia -


    Perjalanan hidup Maret Samuel Sueken berawal dari Dusun Parang Bobbo, sebuah dusun terpencil di kaki Gunung Bawakaraeng, Desa Tonasa, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Lahir dari keluarga petani sederhana, ia tumbuh dalam lingkungan pedesaan yang jauh dari kemudahan akses pendidikan. Pada masa sekolah, ia harus berjalan kaki sekitar lima kilometer setiap hari untuk mencapai sekolah. Namun keterbatasan tersebut justru membentuk ketekunan, disiplin, serta semangat yang kuat untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.


    Maret Samuel Sueken adalah seorang insinyur elektro Indonesia, praktisi tata kelola perusahaan, serta spesialis infrastruktur energi dengan pengalaman profesional lebih dari 25 tahun di sektor minyak dan gas, energi, serta pembangunan infrastruktur berskala besar. Kariernya dibentuk melalui keterlibatan yang luas dalam berbagai proyek EPCIC (Engineering, Procurement, Construction, Installation, and Commissioning) pada lingkungan proyek offshore maupun onshore yang kompleks.


    Ia berasal dari latar belakang keluarga Makassar–Bali; ayahnya, I Nyoman Sueken, merupakan perantau dari Bali, sementara ibunya, Daeng Nappa Patau Gessa, adalah penduduk asli Makassar. Maret menyelesaikan pendidikan dasar di SDI Parang Bobbo pada tahun 1990, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Tombolo Pao dan lulus pada tahun 1993. Untuk melanjutkan pendidikan menengah, ia merantau ke Kota Makassar dan menempuh pendidikan di STM Kartika Bhakti Makassar dengan jurusan Teknik Elektro, dan lulus pada tahun 1996. Semangat untuk terus maju kemudian membawanya melanjutkan pendidikan ke Program Diploma Teknik Elektro di Politeknik Universitas Hasanuddin (kini Politeknik Negeri Ujung Pandang), yang diselesaikannya pada tahun 1999. Agar tetap linier dibidang elektro sebagai kegemarannya, Ia lalu melanjutkan pendidikan tinggi pada tahun 2024 di Universitas Sains Indonesia guna meraih gelar sarjana S1 Teknik Elektro.


    Pada tahun yang sama, Maret memulai perjalanan profesionalnya dengan merantau ke Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dan bekerja pada sebuah kontraktor lokal sebagai teknisi, desainer, dan engineer. Setahun kemudian, ia bergabung dengan perusahaan EPC asal Prancis Cegelec – PT Indokomas Buana Perkasa (Vinci Energies). Kesempatan ini menjadi titik awal perjalanan karier profesionalnya di industri Engineering, Procurement, Construction, Installation, and Commissioning (EPCIC) yang kemudian berkembang selama lebih dari dua dekade melalui berbagai keterlibatan di perusahaan-perusahaan EPCC besar serta proyek-proyek energi berskala internasional.


    Sepanjang karier keinsinyurannya, Maret telah berkontribusi pada berbagai proyek besar yang dioperasikan oleh perusahaan energi internasional terkemuka, termasuk TOTAL E&P Indonesie, Hess Corporation, PETRONAS Carigali, Chevron, ConocoPhillips, Premier Oil, HCML, dan Pertamina. Ia memegang berbagai posisi kepemimpinan teknis seperti Project Manager, Commissioning Manager, Hook-Up Manager, Interface Manager, Construction Manager, dan Start-Up Manager, dengan fokus pada integrasi sistem kelistrikan, instrumentasi, dan sistem kendali pada fasilitas offshore maupun instalasi industri.


    Dalam perjalanan profesionalnya, ia juga bekerja bersama berbagai kontraktor EPC global, perusahaan fabrikasi offshore, serta konsultan rekayasa internasional, antara lain McDermott, Saipem, Chiyoda, SMOE, Punj Lloyd, Sempec, Nisconi, Amec Foster Wheeler, Worley, Technip, Sofresid, Synergy Engineering, Yokogawa, Honeywell, Jetec, dan Indokomas / Cegelec – Vinci, serta perusahaan fabrikasi nasional terkemuka seperti PT Timas Suplindo, Gunanusa Utama Fabricators, Meindo Elang Indah, dan Bakrie Construction. Melalui berbagai keterlibatan tersebut, ia memperoleh pengalaman luas dalam fabrikasi platform offshore, instalasi, commissioning, integrasi sistem, serta kesiapan operasi fasilitas infrastruktur energi berskala besar.


    Setelah lebih dari satu dekade berkarier di berbagai proyek energi internasional, Maret kemudian melanjutkan kiprahnya di Jakarta sejak tahun 2011, dan secara bertahap berperan dalam berbagai tanggung jawab kepemimpinan yang lebih luas di bidang tata kelola perusahaan dan pengawasan korporasi.


    Pada tahun 2022, ia dipercaya untuk menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Djakarta Lloyd (Persero), sebuah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di sektor logistik maritim. Selanjutnya pada tahun 2024, ia kembali dipercaya oleh Kementerian BUMN Republik Indonesia untuk menjabat sebagai Komisaris Independen sekaligus Ketua Komite Audit di PT Rekayasa Industri (Rekind), salah satu perusahaan EPC terkemuka di Indonesia. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Komisaris PT Cahaya Fajar Kaltim, sebuah perusahaan daerah yang mengelola infrastruktur ketenagalistrikan strategis di Kalimantan Timur.


    Di luar tanggung jawabnya dalam bidang rekayasa dan tata kelola perusahaan, Maret juga aktif berkontribusi dalam pembangunan nasional, termasuk berpartisipasi dalam pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui keterlibatannya sebagai Tenaga Ahli pada proyek-proyek yang dikelola oleh PT PP (Persero) dan PT PLN (Persero).


    Maret juga aktif dalam berbagai inisiatif kebijakan publik dan pengembangan masyarakat. Ia merupakan Pendiri dan Ketua Umum JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan), sebuah jaringan masyarakat sipil yang bergerak dalam pendampingan dan pemantauan pelayanan publik serta advokasi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Ia juga menjabat sebagai Komite Tetap Bidang Ketenagalistrikan pada Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalimantan Timur, serta berkontribusi dalam berbagai diskusi mengenai kebijakan energi daerah dan pengembangan infrastruktur strategis.


    Dalam bidang akademik, Maret memulai pendidikan teknisnya pada Sekolah Teknik Menengah (STM) dengan jurusan Elektronika, sebelum melanjutkan pendidikan Diploma Teknik Elektro di Politeknik Universitas Hasanuddin. Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi secara linier program Teknik Elektro Universitas Sains Indonesia, dengan fokus penelitian pada sistem integrasi kelistrikan untuk mendukung pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).


    Pengembangan profesionalnya juga diperkuat oleh berbagai sertifikasi di bidang tata kelola perusahaan, pengawasan risiko, dan manajemen risiko perusahaan, antara lain Certified Governance Oversight Professional (CGOP), Qualified Risk Governance Professional (QRGP), serta Certified Global Risk & Compliance Executive Officer (CGRCEO).


    Dengan memadukan pengalaman teknis rekayasa yang kuat, kepemimpinan dalam tata kelola perusahaan, serta keterlibatan aktif dalam kebijakan publik, Maret Samuel Sueken terus berkontribusi dalam mendukung pengembangan infrastruktur energi, pembangunan industri, serta penguatan praktik tata kelola di Indonesia. 

    (Ine)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini