• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Polemik MBG di Kecamatan Cibatu: Saat Menu Diperdebatkan, Ketangguhan Anak Dipertaruhkan

    Rabu, 04 Maret 2026, Maret 04, 2026 WIB Last Updated 2026-03-03T21:42:51Z
    masukkan script iklan disini



    Garut,OpsJurnal.Asia -


    Kemampuan beradaptasi menjadi salah satu bekal hidup yang tak terpisahkan, namun satu bentuk adaptasi sederhana sering kali luput dari perhatian: kemampuan menerima dan menyesuaikan diri dengan makanan yang tersedia. Hal ini disampaikan oleh Edy Nuryanto S.H, Kepala Biro Media Journalistpolice.com, dalam wawancara eksklusif bersama pewancara Muhammad Agus Zakariyya, S.E., menyikapi dinamika program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menjadi sorotan di Kecamatan Cibatu, Garut.



    Edy Nuryanto menyoroti bahwa saat ini banyak anak terbiasa makan sesuai selera pribadi. Ketika makanan tidak sesuai keinginan, mereka cenderung memilih tidak makan. Meskipun terlihat sepele, sikap ini berkaitan erat dengan kemampuan bertahan dan beradaptasi, atau yang dikenal sebagai resilience—ketangguhan mental dalam menghadapi situasi yang tidak ideal.



    “Dalam kondisi tertentu seperti bencana, perjalanan jauh, kegiatan lapangan, atau situasi darurat, kita tidak selalu memiliki pilihan. Kita harus mampu menerima apa yang tersedia. Anak yang tidak terbiasa beradaptasi akan lebih mudah menolak, mengeluh, atau kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri,” ujar Edy.



    Pernyataan ini menjadi sangat relevan mengingat kondisi terkini di Cibatu, di mana pelaksanaan program MBG di sejumlah wilayah masih diiringi berbagai masalah. Termasuk di antaranya adalah keluhan masyarakat terkait menu yang dinilai belum sesuai dengan standarisasi yang ditetapkan, serta berbagai kekurangan dan pro kontra yang muncul di tengah masyarakat. Edy Nuryanto menegaskan bahwa pembahasan ini bukan untuk mendukung atau menolak program tersebut, melainkan mengajak masyarakat melihat peluang pendidikan di dalamnya.



    “Di tengah berbagai keterbatasan dan permasalahan yang ada, termasuk soal standarisasi menu yang masih menjadi pekerjaan rumah, selalu ada ruang untuk membangun karakter anak. Anak dapat belajar mengenal berbagai rasa, belajar mencoba, belajar menerima, dan belajar beradaptasi,” tambahnya.



    Selain aspek pendidikan karakter, hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah banyaknya komplain dan keluhan yang disampaikan orang tua, terutama di media sosial, terkait kualitas dan standar menu MBG. Meskipun setiap orang berhak menyampaikan pendapat dan memperjuangkan hak anak atas makanan yang layak, cara dan sikap dalam menyampaikannya perlu dilakukan dengan bijak.



    “Anak-anak adalah pengamat yang baik. Mereka mendengar, melihat, dan menyerap sikap orang dewasa. Jika mereka terbiasa melihat penolakan, kemarahan, atau keluhan yang berlebihan tanpa diimbangi pemahaman yang tepat, mereka bisa kehilangan semangat untuk belajar beradaptasi. Mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang mudah menolak sebelum mencoba,” jelas Edy.



    Sebaliknya, ketika orang tua dan pendidik bersikap bijak, tenang, dan tetap fokus pada nilai pembelajaran sekaligus menyampaikan aspirasi dengan cara yang konstruktif, anak akan belajar menjadi pribadi yang lebih kuat dan lentur. Dengan berbagai masalah dan kekurangan yang ada, sikap bijak dalam menyikapi dan menyampaikan pendapat menjadi sangat penting. Jangan sampai perdebatan orang dewasa justru menjadi hambatan bagi perkembangan mental dan karakter anak.



    “Karena tujuan utama kita bukan sekadar memastikan anak makan sesuai selera atau sekadar mengkritisi kekurangan yang ada, tetapi juga mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang tangguh, mampu beradaptasi, dan siap menghadapi berbagai kondisi kehidupan,” tutup Edy Nuryanto.

    .

    Di tengah kontroversi, selalu ada peluang untuk mendidik. Dan terkadang, pelajaran tentang ketangguhan dimulai dari hal yang sederhana—dari sepiring makanan yang tidak selalu sesuai keinginan.

    (Zakariyya)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini