Slawi, OpsJurnal.Asia -
Semangat kompetisi sehat mewarnai pembukaan Lomba Esport Piala Kapolres Tegal yang digelar di GOR Indoor Trisnaja Slawi, Minggu (1/3/2026). Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo secara resmi membuka turnamen yang diikuti 128 tim pelajar se-Kabupaten Tegal tersebut.
Hadir dalam kesempatan itu Wakapolres Tegal Kompol M. Iskandarsyah, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, jajaran Disporapar, Plt. Kepala Dikbud, para pejabat utama Polres Tegal, Kapolsek jajaran, Ketua KONI Kabupaten Tegal, Ketua ESI Kabupaten Tegal Zaenal Mutaqin, serta para panitia dan peserta.
Ketua ESI Kabupaten Tegal Zaenal Mutaqin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Tegal yang telah memberikan perhatian serius terhadap perkembangan esport di daerah. "Turnamen ini menjadi momentum penting untuk membina atlet muda sekaligus mempererat tali silaturahmi antar pelajar," ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo menegaskan bahwa esport saat ini telah diakui sebagai cabang olahraga prestasi yang mengandalkan strategi tim, konsentrasi tinggi, dan sportivitas. Ia berharap ajang ini tidak sekadar menjadi kompetisi biasa.
"Turnamen ini adalah wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat, membangun kreativitas, dan mempererat persaudaraan. Saya optimistis dari sini akan lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Tegal di kancah regional maupun nasional," tegas Kapolres.
Turnamen Piala Kapolres Tegal tahun ini mempertandingkan dua game populer, yakni Mobile Legends yang diikuti 64 tim (320 peserta) dan Free Fire dengan 64 tim (256 peserta). Kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam mengantisipasi kenakalan remaja selama bulan Ramadan, dengan mengarahkan pelajar pada aktivitas kompetitif yang lebih positif dan edukatif.
Dalam sesi sosialisasi yang digelar di sela-sela pembukaan, jajaran Polres Tegal mengingatkan para peserta untuk menjauhi narkoba, tidak menyalakan petasan, menghindari tindakan yang berpotensi konflik, serta menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan. Tradisi membangunkan sahur juga diimbau agar dilakukan secara tertib di tempat ibadah demi menjaga kondusivitas lingkungan.
(DIYARNI)

