• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Warga Ciseke Sukajaya Tarogong Kidul Garut Soroti Kualitas Menu MBG Saat Ramadhan - Dewan Praksi PDIP: Jangan Disepelekan

    Kamis, 26 Februari 2026, Februari 26, 2026 WIB Last Updated 2026-02-26T04:22:28Z
    masukkan script iklan disini



    Garut,OpsJurnal.Asia -

    Seiring dengan masuknya musim bulan Ramadhan, banyak orang tua di Ciseke, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut yang memutuskan untuk membawa pulang anak-anak mereka yang biasanya mengikuti Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah atau tempat pembelajaran. Fenomena baru kemudian muncul ketika sebagian besar dari mereka mulai membagikan foto dan deskripsi menu MBG yang diberikan kepada anak mereka di media sosial, dengan menyatakan bahwa kualitas dan variasinya hanya "alakadarnya".

     

    Kelurahan Sukajaya merupakan salah satu dari 12 wilayah administrasi di Kecamatan Tarogong Kidul, ibu kota Kabupaten Garut. Lokasi Ciseke berada di dalam wilayah kelurahan ini, seperti yang tercatat pada data sekolah SD Asy Syari'fiyah yang berlokasi di Kp. Ciseke, RT 03 RW 14.
     


    Postingan terkait menu MBG cepat mendapatkan perhatian luas dari warga setempat dan berbagai kalangan. Banyak orang tua yang menyampaikan kekhawatiran terkait konten gizi dan kesegaran makanan yang disajikan, mengingat selama bulan puasa anak-anak memiliki pola makan yang berbeda dan kebutuhan nutrisi yang tidak boleh terabaikan. Beberapa bahkan mengungkapkan bahwa menu yang diterima jauh dari ekspektasi yang mereka harapkan dari program yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

     


    Anggota Dewan Praksi PDIP, Yuda, yang menjadi narasumber dalam pernyataan ini menyampaikan bahwa situasi ini membuat hari-hari menjadi berat dan penuh tantangan bagi para pembela dan pendukung program MBG. "Sejak diperkenalkan, program ini selalu mendapatkan dukungan karena peranannya yang krusial dalam memastikan akses makanan bergizi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kami sebagai pendukung selalu menekankan bahwa program ini telah membantu mengurangi angka kekurangan gizi di berbagai daerah, termasuk di wilayah Ciseke Sukajaya. Namun, kini kita harus menghadapi gelombang kritikan yang muncul seiring dengan penyebaran postingan menu MBG tersebut," ujar Yuda.
     


    Ia menambahkan bahwa keluhan yang muncul dari orang tua tidak boleh disepelekan. "Kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak harus menjadi prioritas utama. Terutama di bulan Ramadhan, di mana tubuh anak-anak membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dan ibadah puasa. Kita perlu memastikan bahwa program MBG benar-benar memberikan manfaat yang maksimal bagi anak-anak di Ciseke Sukajaya maupun wilayah lain," jelas Yuda.

     

    Hingga saat ini, pihak pemerintah atau lembaga yang mengelola program MBG belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan yang muncul. Namun, Yuda menyampaikan harapan agar pihak terkait segera melakukan verifikasi dan evaluasi terhadap kualitas program di wilayah Tarogong Kidul, sekaligus memberikan klarifikasi yang jelas kepada publik. Selain itu, juga diharapkan ada upaya untuk meningkatkan variasi dan mutu menu agar tujuan utama dari program MBG dapat tercapai dengan optimal, terutama di masa bulan Ramadhan yang membutuhkan perhatian khusus terhadap gizi anak-anak.Pungkasnya 

    (Zakariyya)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini