• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    KDG Raja Pengedar di Meranti Omas Bebas Berlenggang! KANIT RESKRIM NA IX-X Dituduh Buta Tuli, Diduga Ada Perlindungan Oknum

    Kamis, 04 Juni 2026, Juni 04, 2026 WIB Last Updated 2026-06-04T10:40:40Z
    masukkan script iklan disini

    LABUHANBATU UTARA – Opsjurnal.info
    Razia demi razia digelar, pengedar kelas kerikil ditangkap satu per satu, tapi sang rajanya tetap melenggang bebas seolah tak tersentuh hukum! Inilah kenyataan pahit yang bikin darah warga Desa Meranti Omas, Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara mendidih sampai ke ubun-ubun.
     
    Nama KDG bukan lagi rahasia, bukan lagi isapan jempol belaka. Ia sudah jadi legenda kelam di wilayah itu: bandar sabu-sabu yang beroperasi Terang-terangan, siang malam, tanpa rasa takut sedikit pun. Ia berani bertransaksi di pinggir jalan, di tengah kebun, bahkan di depan mata warga dan aparat yang lewat. Seolah ia punya surat izin khusus yang tak berlaku untuk rakyat biasa. Kamis, 4 Juni 2026 

    Kesabaran yang selama ini dipendam akhirnya Hancur Lebur. Warga sudah tak tahan lagi melihat racun narkoba merayap masuk ke rumah tangga, merusak akhlak pemuda, dan mencuri masa depan anak-anak mereka sementara KDG makin pongah karena merasa Kebal Hukum.

    Ini yang paling menyakitkan sekaligus mencurigakan semua warga tahu siapa KDG, di mana ia tinggal, dari mana dapat pasokan, sampai siapa saja anak buahnya. Bahkan titik pertemuan dan jalur penyelundupannya sudah terpetak rapi di kepala warga.
     
    Tapi anehnya, saat yang berwenang melintas, semuanya jadi serba gelap.
    Iptu Dr. Iskandar Muda Sipayung, yang menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Na IX-X, sering melintasi kawasan itu bolak-balik, tahu persis siapa sosok KDG, namun yang dilakukan hanyalah berpura-pura tak melihat, berpura-pura tak mendengar, dan berpura-pura tak tahu apa-apa.
     
    Bukan sekali dua kali. Sudah bertahun-tahun. Seolah ia sengaja membiarkan sarang narkoba itu tumbuh subur, dirawat, dan menguasai wilayah.
     
    “Razia cuma menangkap anak buahnya yang remeh, yang tak punya uang, tak punya kuasa. Giliran yang punya kuasa, yang punya uang, yang menguasai semuanya KDG malah dibiarkan terus berjalan. Kanit Reskrim itu lewat saja pura-pura tak kenal! Apa ini bukti kerja, atau bukti ketakutan? Atau jangan-jangan ada yang dibayar?” sergah salah satu warga dengan nada gemetar menahan amarah.
     
    Kenapa KDG berani seterang matahari? Kenapa ia tak pernah tersentuh meski laporan warga sudah berulang kali disampaikan?
     
    Jawabannya hanya satu: ia merasa dilindungi.
    Muncul kecurigaan keras di tengah masyarakat Ada oknum Aparat Penegak Hukum yang sengaja menutup mata, menjaga jarak, bahkan mungkin menjadi “pengawal” diam-diam agar KDG terus aman berbisnis. Dan yang paling dituding tajam adalah pimpinan langsung di wilayah itu, yaitu Kanit Reskrim Iptu Dr. Iskandar Muda Sipayung.
     
    Saat media mencoba menanyakan kebenaran tuduhan ini, responnya makin memperkuat kecurigaan Ia tak berani bicara, tak berani menjawab, dan lari menghindar. Seolah mulutnya dibungkam, atau hatinya sudah terikat janji gelap.
     
    “Kalau dia bersih, kalau dia benar-benar bekerja, pasti dia akan buktikan. Tapi kenapa diam saja? Kenapa cuma diam melihat narkoba merusak desanya sendiri? Diamnya itu sudah jadi bukti!” tegas warga lain yang ikut meluapkan kekesalannya.
     
    Warga sudah muak dengan janji-janji kosong. Sudah muak dengan razia yang cuma “menyapu sampah kecil”, tapi membiarkan “sarang ular raksasa” tetap hidup dan berkembang biak.
     
    Kini mereka melontarkan tantangan yang menusuk jantung pimpinan tertinggi
    “Kami tantang Kapolres Labuhanbatu yang baru, tantang Kasat Narkoba yang baru Buktikan kalian bukan sekadar nama di papan nama! Tangkap KDG! Bongkar seluruh jaringannya! Usut tuntas siapa saja yang jadi pelindungnya—entah itu Kanit Reskrimnya, entah siapa pun yang berani melindungi setan berdarah ini!”
     
    Mereka tak mau lagi dengar alasan ini-itu. Rakyat tak butuh omongan manis, tak butuh laporan tebal yang tak ada isinya. Rakyat butuh AKSI NYATA.
     
    Kalau perlu, libatkan TNI, libatkan tim khusus, bersihkan dari akar sampai ke daun. Sebab kalau dibiarkan terus, bukan hanya masa depan anak muda yang hancur, tapi kepercayaan rakyat pada hukum dan aparat juga akan mati total.
     
    Ingat Pak Kanit Reskrim Na IX-X, Iblis itu makin pongah bukan karena ia terlalu kuat, tapi karena pengawalnya yang seharusnya mengusirnya malah memilih berdiri diam dan menutup mata. Sekarang, saatnya dipilih  Berpihak pada hukum, atau terus melindungi setan dan ikut masuk ke dalam lubang yang sama tempat KDG akan ditenggelamkan nanti.
     
    Warga Meranti Omas dan seluruh wilayah Na IX-X sudah membuka mata lebar-lebar. Semua orang sedang menonton. Siapa yang benar, siapa yang berkhianat akan terlihat jelas, dan takkan pernah bisa disembunyikan lagi.

    Penulis : red
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini