Jakarta,OpsJurnal.Asia -
Memasuki area TPU Menteng Pulo, suasana haru sudah mulai terasa. Perjalanan yang tersendat dari kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat mewarnai hari hari terakhir bulan Sya'ban ini.
Para peziarah yang datang dari berbagai tempat termasuk juga luar daerah yang meluangkan waktu. Selain memanjatkan doa untuk ahli kubur juga melakukan pemeriksaan kondisi kuburan keluarga nya apa masih ada dan layak. Karena disini sudah berlaku sistem tumpuk jenazah, jadi dalam satu lobang bisa ada dua jenazah. Karena keterbatasan lahan
BangJek, (bukan nama sebenarnya)sebagai salah satu warga setempat yang sering juga dipercaya keluarga ahli kubur terlihat merapikan salah satu makam pegangannya.
Ia mengusir beberapa anak kecil yang sering datang tiba tiba, bahkan membuntuti peziarah sehingga kenyamanan pada saat berdo'a agak terganggu.
, " Gak enak sama keluarga ahli kubur yang mengamanatkan perawatan kepada kita, pak, "katanya.
Pemakaman Menteng pulo terletak dijakarta selatan sejajar dengan jalan Kuningan dan CasaBlanca letaknya ada dua terbelah oleh jalan raya. Cerita legenda terowongan CasaBlanca juga pernah diangkat menjadi film horor indonesia beberapa tahun lalu diilhami oleh tempat ini.
Disekitarnya juga terdapatEverled Menteng pulo, sebuah tempat peristirahatan terakhir dari 4000 serdadu militer Belanda korban perang yang dikelola oleh sebuah yayasan.
Terbuka untuk umum namun tetap untuk harus menjaga sikap, tertata rapih dan cantik diantara belantara hutan beton kawasan bisnis kuningan jakarta selatan.
Meskipun hujan masih mengguyur kota Jakarta animo warga untuk berziarah masih terjaga sebagai nilai nilai keimanan bahwa kelak kita juga akan kembali.
(N)


