• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Di Tengah Strategi Purbaya, Rokok Ilegal di Batam Tetap Berkeliaran

    Jumat, 13 Februari 2026, Februari 13, 2026 WIB Last Updated 2026-02-13T11:13:23Z
    masukkan script iklan disini

     


    Batam, opsjurnal - Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk menekan peredaran rokok ilegal yang selama ini menjadi salah satu sumber kebocoran penerimaan negara. Strategi baru pun mulai disiapkan: penambahan satu layer tarif dalam struktur Cukai Hasil Tembakau (CHT).
    Langkah ini bukan sekadar penyesuaian teknis fiskal. Kementerian Keuangan tengah merancang layer baru yang diharapkan dapat membuka ruang bagi produk rokok ilegal agar masuk ke sistem resmi dan bertransformasi menjadi legal.


    “Kita akan memastikan satu layer baru, masih diskusi internal ya, untuk memberi ruang kepada yang ilegal-ilegal supaya masuk menjadi legal,” ujar Purbaya di Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).


    Kebijakan tersebut dipandang sebagai pendekatan ganda: meredam peredaran rokok ilegal sekaligus mengamankan penerimaan negara. Rokok-rokok yang sebelumnya beredar di pasar gelap nantinya diharapkan membayar cukai dan pajak seperti produk legal lainnya.
    Purbaya bahkan menargetkan regulasi terkait layer baru CHT itu dapat terbit dalam waktu dekat.


    “Nanti kalau peraturan keluar, mungkin minggu depan,” katanya.
    Sebagai catatan, struktur tarif CHT sendiri pernah mengalami penyederhanaan signifikan. Dari 19 layer pada 2009, pemerintah memangkasnya menjadi 8 layer pada 2022. Kini, pemerintah membuka opsi menambah kembali satu lapisan sebagai respons terhadap dinamika pasar dan maraknya rokok ilegal.
    Namun di balik pendekatan insentif tersebut, Menkeu juga melontarkan pesan tegas. Pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan keras terhadap pelaku yang tetap bermain di jalur ilegal.


    “Kalau mereka masih main-main, saya akan hantam semuanya. Nggak ada ampun lagi,” tegasnya.


    Pernyataan itu menjadi sinyal jelas: ruang legalisasi dibuka, tetapi toleransi terhadap pelanggaran akan ditutup rapat. Pemerintah kini berada di persimpangan antara memberi jalan keluar bagi pelaku usaha yang mau patuh, dan menghantam keras mereka yang tetap membangkang.
    Pertanyaannya, apakah kebijakan layer baru ini efektif menarik rokok ilegal ke jalur resmi, atau justru membuka celah baru? Pasar tembakau dan aparat penegak hukum akan segera menguji jawabannya.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini