Bandung, OpsJurnal.Asia -
Satuan Lalu Lintas Polresta Bandung melakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem Contra Flow (CB) One Way di sejumlah ruas jalan rawan kepadatan, Minggu (4/1/2026). Langkah ini ditempuh guna mengurai kepadatan kendaraan pada arus balik wisata di wilayah Kabupaten Bandung.
Kebijakan tersebut diterapkan menyusul meningkatnya volume kendaraan, khususnya pada jalur wisata Soreang–Ciwidey serta ruas Nagreg yang kerap mengalami kepadatan pada sore hingga malam hari.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR melalui Kasat Lantas Polresta Bandung Kompol Sigit Suhartanto, S.I.K., M.I.K. menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas ini bersifat situasional dan preventif, guna memastikan arus kendaraan tetap berjalan lancar dan aman.
“Penerapan CB One Way dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan, terutama pada jalur wisata dan jalur penghubung antarwilayah yang menjadi titik rawan kemacetan,” ujar Kompol Sigit.
Ia menjelaskan, di Jalur Wisata Soreang–Ciwidey, sistem CB One Way diberlakukan di kawasan Simpang Tiga Sadu pada dua sesi, yakni pukul 17.00 hingga 17.20 WIB dan dilanjutkan pada pukul 18.00 hingga 18.20 WIB. Sementara itu, rekayasa serupa juga diterapkan di Jalur Nagreg, tepatnya di sekitar RM Vera/Cikaledong, pada pukul 18.45 hingga 19.35 WIB.
Dalam pelaksanaannya, Satlantas Polresta Bandung menurunkan personel secara maksimal, mulai dari pejabat utama Satlantas hingga anggota di lapangan. Petugas disebar di titik-titik strategis guna mengatur arus lalu lintas sekaligus memberikan imbauan kepada para pengguna jalan.
“Selama kegiatan berlangsung, situasi arus lalu lintas terpantau aman, tertib dan lancar. Tidak terdapat gangguan berarti maupun kejadian yang menonjol,” ungkapnya.
Kasat Lantas juga mengingatkan masyarakat agar senantiasa mematuhi petunjuk petugas, mengutamakan keselamatan saat berkendara, serta menjaga ketertiban berlalu lintas demi kenyamanan bersama.
(BS)

