Garut — Opsjurnal.asia — Pagi ini suasana Puskesmas Cibatu berdenyut semangat. Tim liputan Opsjurnal.asia melakukan observasi langsung pukul 07.00‑09.00 WIB, menyaksikan gelombang warga dari keseluruhan 11 desa se‑Kecamatan Cibatu dan di luar Kecamatan Cibatu berdatangan mengikuti Screening akhir bakti sosial operasi katarak gratis. Sejak pukul 07.00 WIB halaman Puskesmas sudah mulai padat; sebagian warga terlihat berangkat sejak subuh, menempuh puluhan kilometer naik sepeda motor demi mengikuti tahapan Screening yang menjadi syarat utama sebelum pelaksanaan operasi.
Kegiatan ini digagas Puskesmas Cibatu bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Garut serta PERDAMI Jawa Barat dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional ke‑62.
Kepala Puskesmas Cibatu, H. Ajat Sudrajat, S.Kep., Ners, saat ditemui tim Opsjurnal.asia mengakui betapa besarnya antusiasme warga yang hadir. "Kami melihat banyak warga datang dari desa‑desa yang cukup jauh. Sebagian memang sudah lama mengalami gangguan penglihatan dan terhambat biaya berobat. Tahap Screening hari ini bertujuan untuk menyaring siapa saja yang secara medis memenuhi syarat untuk operasi besok," ujar H. Ajat Sudrajat.
Salah satu warga lanjut usia asal Kecamatan Cibatu yang telah memberikan persetujuan untuk diwawancarai menyampaikan harapannya kepada tim liputan.
"Saya sudah merasakan penglihatan kabur berbulan‑bulan. Ketika ada informasi baksos ini, anak saya mengantar sejak subuh. Saya berharap hari ini dinyatakan layak untuk operasi," ucapnya.
Tim medis gabungan yang terdiri tenaga Puskesmas Cibatu, Dinkes Garut dan PERDAMI Jawa Barat bekerja secara bertahap melaksanakan Screening. Peserta yang dinyatakan memenuhi indikasi medis akan mengikuti operasi katarak pada Kamis 05 November, lalu pemantauan pasca‑operasi dilaksanakan Jumat 06 November pukul 08.00 WIB di Puskesmas Cibatu.
Panitia mengimbau peserta agar membawa dokumen persyaratan berupa fotokopi KTP, fotokopi KK serta SKTM yang sudah diketahui pihak Kecamatan. Warga yang belum terdaftar masih bisa mendaftar langsung ke Puskesmas Cibatu sepanjang kuota masih tersedia.
H. Ajat Sudrajat menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial belaka. "Kegiatan ini menjadi momentum deteksi dini gangguan mata di wilayah Kecamatan Cibatu. Kami berharap melalui program ini warga yang membutuhkan benar‑benar terlayani dengan baik," ungkapnya.
Menurut H. Ajat Sudrajat, kegiatan ini adalah wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, organisasi profesi kesehatan dan masyarakat guna mendekatkan layanan kesehatan hingga ke pelosok Kecamatan Cibatu.
Tim Opsjurnal.asia masih terus melakukan konfirmasi terhadap jumlah resmi peserta serta rincian pembiayaan operasi kepada panitia, PERDAMI Jawa Barat dan Dinkes Kabupaten Garut.
(M.A. Zakariyya, S.E)





