MAJALENGKA,opsjurnal.asia
opsjurnalRevitalisasi di SD Negeri Bayureja, Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka, menuai sorotan tajam. Proyek dengan rincian 3 Ruang Rehab tersebut diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknis.
Berdasarkan pantauan tim di lapangan, proyek yang menelan anggaran ratusan juta rupiah dari dana revitalisasi tersebut diduga menggunakan bahan material untuk pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi.
Padahal, sesuai RAB dan Juknis DAK Fisik Pendidikan, material wajib menggunakan bahan material bangunan yang berstandar SNI.
Tak hanya itu, kualitas bahan material yang telah terpasang juga diduga tidak berkualitas dan tidak sesuai standar, genteng, plafon, pasir, dinding yang mudah retak, dan pemasangan konstruksi tidak rapi.
“Kalau bahan material bangunan tidak SNI dan barang murahan dipasang, bangunan ini tidak akan bertahan lama. Ini untuk anak-anak sekolah, bukan untuk kandang ayam. Ini jelas merugikan negara dan membahayakan siswa, itu terlihat adanya genteng bekas yang di pasang,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan Sabtu (31/10/2026).
Menurut keterangan warga para pekerja yang saat itu sedang melakukan pemasangan, tidak memakai APD Untuk keselamatan pekerja, ia mengatakan Kepala Sekolahnya pak Nanang orang Indrakila.
" Para pekerja banyak yang tidak disiplin , pembangunan sekolah seolah diduga tidak transparan, kepala sekolahnya kurang komunikasi dengan warga atau pun desanya," jelasnya.
Yang lebih miris, saat tim media mencoba
melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah SDN Bayureja yang bersangkutan memilih sembunyi, saat dihubungi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp, nanang tidak menjawab sama sekali karena nomornya tidak aktif.
Win/Saeful yunus





