MANGGARAI, OpsJurnal.Asia — Di tengah kecemasan menghadapi musim hujan, warga terdampak gempa bumi di Nanga Banda, Kelurahan Baru, Kota Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), meminta kepastian mengenai bantuan hunian sementara (huntara) dan penanganan rumah rusak.
Aspirasi tersebut disampaikan kepada anggota Komisi II DPRD Provinsi NTT dari Fraksi Golkar, Simprosa Rianasari Gandut, saat menggelar reses pada Sabtu (24/10/2026). Dalam kegiatan itu, legislator yang akrab disapa Osi Gandut tersebut juga menyalurkan bantuan beras lebih dari 2 ton bagi warga terdampak bencana.
Warga berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait hasil pendataan rumah rusak sekaligus mempercepat penanganan bagi keluarga yang hingga kini masih bertahan di tenda pengungsian.
Kegiatan reses tersebut dibuka oleh Camat Reok, Rita Udin, S.P., didampingi Lurah Baru, Mince Ly. Hadir pula Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Reok, Egidius S. Bos.
Warga Cemas Hadapi Musim Hujan
Persoalan tempat tinggal menjadi salah satu keluhan utama yang disampaikan warga dalam dialog bersama Osi Gandut. Mereka mengaku masih diliputi kecemasan karena harus tinggal di tenda darurat, sementara musim hujan mulai mendekat.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan dan kenyamanan keluarga, terutama apabila hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Kondisi kami makin cemas karena musim hujan sudah mulai tiba, sementara kami masih harus tinggal di dalam tenda. Kami sangat berharap kedatangan Ibu Osi selaku anggota DPRD Provinsi dapat memberikan perhatian dan atensi serius terhadap situasi yang kami alami ini,” ujar salah seorang warga.
Warga lainnya berharap aspirasi yang mereka sampaikan tidak berhenti sebagai catatan dalam kegiatan reses, tetapi diperjuangkan hingga pemerintah memberikan kepastian mengenai penanganan rumah mereka.
Mereka meminta agar proses penanganan dilakukan secepat mungkin sehingga keluarga yang rumahnya tidak lagi layak ditempati dapat memperoleh tempat tinggal yang lebih aman sebelum cuaca semakin buruk.
Warga Minta Pendataan dan Bantuan Huntara Dievaluasi
Selain persoalan tempat tinggal, warga juga mempertanyakan pemerataan penyaluran huntara bagi korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.
Warga menyampaikan bahwa pendataan rumah terdampak sebelumnya telah dilakukan oleh tim dari Dinas Pertanian. Namun, mereka mengaku masih menunggu kepastian hasil verifikasi dan tindak lanjut dari pemerintah.
Di sisi lain, warga menilai terdapat perbedaan dalam penerimaan bantuan. Sejumlah keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan parah mengaku belum mendapatkan huntara, sementara warga lainnya telah menerima bantuan tersebut.
“Kami semua di sini adalah warga yang sama-sama terdampak bencana gempa. Kondisi rumah kami sudah tidak mungkin lagi ditempati, tetapi kenapa ada yang dapat huntara dan ada yang tidak? Kami berharap tidak ada tebang pilih dalam penyaluran bantuan kemanusiaan ini,” kata warga dalam forum tersebut.
Keluhan itu menjadi dorongan bagi pemerintah daerah dan instansi teknis terkait untuk kembali memeriksa data penerima bantuan. Warga berharap penilaian kondisi rumah dan penetapan penerima huntara dilakukan secara transparan berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Mereka juga meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama dinas terkait segera melakukan peninjauan ulang agar keluarga yang benar-benar membutuhkan tidak terlewat dalam proses penanganan pascabencana.
Osi Gandut Berkomitmen Kawal Aspirasi Warga
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Osi Gandut menyampaikan empati kepada masyarakat yang masih menghadapi kesulitan setelah bencana gempa. Ia menegaskan bahwa kegiatan reses tidak sekadar menjadi agenda formal, tetapi juga kesempatan untuk mendengar langsung persoalan yang dialami warga.
“Saya merasakan betul kepedihan dan kecemasan Bapa, Mama, serta saudara-saudari sekalian yang masih bertahan di dalam tenda. Kehadiran saya di sini bukan sekadar menjalankan tugas reses, melainkan untuk memastikan bahwa suara dan aspirasi Bapak dan Ibu sekalian benar-benar didengar dan diperjuangkan,” ujar Osi.
Politisi Partai Golkar tersebut menyatakan akan mengawal aspirasi masyarakat dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai dan instansi teknis terkait.
Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap pendataan rumah rusak, validasi data penerima bantuan secara transparan, serta percepatan penanganan hunian bagi warga yang terdampak.
Warga berharap komitmen tersebut dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret sehingga persoalan tempat tinggal yang mereka hadapi tidak berlarut-larut.
Salurkan Lebih dari 2 Ton Beras
Di sela kegiatan reses, Osi Gandut turut menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa beras sebanyak lebih dari 2 ton. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak bencana yang tersebar di Kelurahan Wangkung, Kelurahan Baru, dan Desa Robek.
Penyerahan bantuan secara simbolis disaksikan oleh Camat Reok Rita Udin, S.P., Lurah Baru Mince Ly, serta Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Reok, Egidius S. Bos.
Bantuan beras tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang masih berjuang memulihkan kehidupan setelah bencana.
Usai melaksanakan reses dan menyerahkan bantuan di Nanga Banda, Osi Gandut dijadwalkan melanjutkan agenda serupa ke wilayah sekitar untuk menyerap aspirasi masyarakat lainnya.
Warga berharap perhatian pemerintah dan wakil rakyat tidak berhenti pada kunjungan maupun penyaluran bantuan, tetapi berlanjut pada kepastian pendataan, pemerataan huntara, dan pemulihan rumah yang rusak. Bagi keluarga yang masih tinggal di tenda, percepatan penanganan menjadi harapan penting agar mereka dapat menjalani musim hujan dengan lebih aman dan kembali menata kehidupan secara layak.




