• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates
    BREAKING NEWS
    Memuat Breaking News...

    Iklan

    Iklan

    📈 LIVE MARKET

    👋 Halo!

    Selamat datang di OPS Jurnal.
    Temukan berita terbaru, investigasi, dan informasi terpercaya setiap hari.

    Semua Layanan Ops Jurnal
    📰
    📰 BERITA TERKINI
    Memuat berita terbaru...

    Miris! Musala di Sedayu Desa Bungku Terbengkalai, Anak-Anak Kehilangan Tempat Belajar Mengaji

    Jumat, 02 Oktober 2026, Oktober 02, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T01:40:19Z
    masukkan script iklan disini



    Batang Hari, OpsJurnal.Asia -

    Kondisi memprihatinkan terlihat di wilayah Sedayu RT 33, Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi. Sebuah musala yang seharusnya menjadi tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan warga kini justru tampak tidak dimanfaatkan secara maksimal.


    Berdasarkan informasi warga, musala tersebut belum memiliki guru mengaji tetap. Akibatnya, anak-anak di wilayah Sedayu yang ingin belajar membaca Al-Qur'an kesulitan mendapatkan tempat belajar agama di lingkungan mereka sendiri.


    Ironisnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan tenaga pengajar. Jaringan listrik juga disebut belum masuk ke kawasan tersebut, sehingga aktivitas belajar mengaji pada malam hari semakin sulit dilakukan.


    Warga juga mengeluhkan akses menuju wilayah Sedayu. Menurut keterangan yang diterima, jalan menuju Sedayu kini terhambat akibat adanya parit besar yang oleh warga disebut sebagai “parit gajah” yang dibuat oleh pihak PT BSU. Kondisi akses tersebut disebut menjadi salah satu alasan guru mengaji enggan datang ke lokasi.


    Anak-Anak Ingin Mengaji, Fasilitas Justru Terabaikan


    Di tengah keterbatasan tersebut, anak-anak Sedayu tetap memiliki keinginan untuk belajar mengaji. Namun keinginan itu terbentur persoalan akses, listrik dan tidak adanya guru yang bersedia mengajar secara rutin.


    Kondisi ini menimbulkan pertanyaan: bagaimana nasib pendidikan agama anak-anak di wilayah yang berada jauh dari pusat permukiman jika fasilitas dasar dan perhatian terhadap masyarakat masih minim?


    Warga menilai wilayah Sedayu RT 33 selama ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintahan desa setempat. Mereka berharap pemerintah desa tidak hanya melihat pembangunan dari wilayah yang mudah dijangkau, tetapi juga memperhatikan masyarakat yang tinggal di kawasan pelosok.


    Musala yang terlihat berdiri di tengah perkebunan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa bangunan tempat ibadah saja tidak cukup. Dibutuhkan listrik, akses jalan yang layak, serta guru mengaji agar benar-benar bisa berfungsi sebagaimana mestinya.


    Warga Minta Pemerintah Turun Tangan


    Masyarakat berharap Pemerintah Desa Bungku bersama pemerintah kecamatan dan pihak terkait segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi Sedayu RT 33.


    Mereka meminta agar persoalan akses jalan, jaringan listrik, serta kebutuhan guru mengaji segera dicarikan solusi. Terlebih, yang menjadi perhatian utama adalah anak-anak yang membutuhkan pendidikan agama.


    Jika kondisi tersebut benar adanya, maka pertanyaannya sederhana: sampai kapan anak-anak Sedayu harus menunggu untuk mendapatkan hak belajar mengaji di lingkungan mereka sendiri?


    OPS JURNAL ASIA akan membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Pemerintah Desa Bungku maupun pihak



    PT BSU terkait kondisi akses, keberadaan parit, serta persoalan fasilitas dan kegiatan keagamaan di wilayah Sedayu RT 33.


    (Alparezha)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini