Manggarai, OpsJurnal.Asia — TelkomGroup Peduli memberikan pelatihan penguatan keterampilan dan dukungan psikososial kepada guru SDN Reo 1 dan SDN Reo 2 di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan TelkomGroup dalam membantu pemulihan masyarakat dan dunia pendidikan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Laut Flores pada 15 Agustus 2026.
Pelatihan difokuskan pada peningkatan kapasitas guru dalam memahami kondisi psikologis peserta didik sekaligus memberikan pendampingan yang tepat kepada anak-anak yang terdampak bencana.
Kegiatan dibuka oleh Kepala SDN Reo 1, Fransiskus Sales Ma'u, S.Pd.Gr. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian TelkomGroup yang hadir memberikan dukungan kepada warga sekolah di tengah proses pemulihan pascagempa.
"Kehadiran mereka sangat bermanfaat bagi kita semua. Gempa M7,7 yang mengguncang wilayah Flores membawa dampak bagi masyarakat, termasuk dunia pendidikan," kata Fransiskus.
Menurut dia, kehadiran TelkomGroup juga memberikan dukungan moral kepada pihak sekolah dan warga sekolah yang masih berada dalam situasi pascabencana.
"Kehadiran PT Telkom sangat luar biasa bagi kami. Kami berpikir bahwa kita tidak sendiri dalam menghadapi situasi ini. Terima kasih kepada TelkomGroup Peduli yang telah hadir di tengah-tengah kita dalam kegiatan penguatan keterampilan dan dukungan psikososial anak," ujarnya.
Tiga Modul Jadi Materi Pelatihan
Pelatihan TelkomGroup Peduli tersebut membekali para guru dengan tiga modul utama yang berkaitan dengan kesiapan diri guru, pertolongan psikologis awal, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman bagi anak.
Modul pertama, "Guru Menolong Dirinya Sebelum Menolong Orang Lain", berfokus pada pentingnya guru memahami dan menjaga kondisi dirinya terlebih dahulu sebelum memberikan pendampingan kepada peserta didik.
Modul kedua, "Pertolongan Pertama untuk Hati dan Pikiran", memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah awal dalam memberikan dukungan terhadap kondisi emosional dan psikologis anak setelah mengalami situasi bencana.
Sementara modul ketiga, "Membangun Kelas yang Membuat Anak Merasa Aman", diarahkan pada upaya menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman sehingga peserta didik dapat kembali mengikuti proses pembelajaran setelah mengalami dampak gempa.
Rangkaian materi tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas guru agar tidak hanya mampu melanjutkan proses pembelajaran, tetapi juga lebih siap mendampingi peserta didik yang membutuhkan dukungan setelah bencana.
Guru Didorong Siap Mendampingi Anak Pascabencana
Perwakilan Telkom, Sony, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesiapan guru dalam menghadapi peserta didik yang mengalami tekanan psikologis setelah bencana.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah dan bapak ibu guru yang telah hadir mengikuti kegiatan ini," kata Sony.
Ia berharap materi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi para guru dalam mendampingi anak-anak yang mengalami trauma atau tekanan psikologis akibat gempa.
"Diharapkan program ini dapat memberi kesiapan bagi guru untuk menghadapi anak-anak yang sedang mengalami trauma pascagempa. Kami berharap program ini dapat bermanfaat bagi bapak ibu guru semua," ujarnya.
Selain pelatihan, TelkomGroup Peduli turut memberikan dukungan sarana pembelajaran berupa tenda belajar, kipas angin, dan tablet.
Salah satu pemateri, Marhadika Pratama atau Dika, mengatakan rangkaian kegiatan berlangsung hingga Jumat.
Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada kemampuan guru dalam memberikan pendampingan kepada peserta didik, tetapi juga pada kesiapan guru dalam menghadapi kondisi pascabencana.
Pemulihan Pendidikan Flores
Dukungan psikososial menjadi salah satu bagian penting dalam pemulihan pendidikan pascabencana. Data Kemendikdasmen per 23 Agustus 2026 mencatat sebanyak 1.918 satuan pendidikan di tujuh kabupaten dan 97 kecamatan terdampak gempa di Flores. Dari jumlah tersebut, 141.207 murid sempat terhenti belajar dan 48.164 warga sekolah mengungsi. (BPMP Banten)
Kemendikdasmen juga mencatat kebutuhan pendampingan psikososial cukup besar. Sebanyak 857 satuan pendidikan dengan 101.888 peserta didik menyatakan membutuhkan pendampingan psikososial. Hingga saat ini, dukungan psikososial telah dilaksanakan di 75 sekolah bersama sejumlah mitra. (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pendidikan pascagempa tidak hanya berkaitan dengan perbaikan bangunan dan penyediaan sarana belajar, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap kondisi psikologis peserta didik dan tenaga pendidik.
Pelatihan yang digelar TelkomGroup Peduli di Reok menjadi salah satu bentuk dukungan bagi guru agar lebih siap menjalankan peran pendampingan selama masa pemulihan.
Para guru dan warga sekolah berharap dukungan dari berbagai pihak terus berlanjut, baik dalam bentuk penguatan kapasitas maupun sarana pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar di Kecamatan Reok dapat berlangsung secara aman dan nyaman, sementara pemulihan anak-anak serta warga sekolah yang terdampak gempa dapat berjalan secara bertahap.






