• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates
    BREAKING NEWS
    Memuat Breaking News...

    Iklan

    Iklan

    📈 LIVE MARKET

    👋 Halo!

    Selamat datang di OPS Jurnal.
    Temukan berita terbaru, investigasi, dan informasi terpercaya setiap hari.

    Semua Layanan Ops Jurnal
    📰
    📰 BERITA TERKINI
    Memuat berita terbaru...

    FMPP Soroti Identitas U-Ditch Proyek DI Kumisik, Minta Dokumen Pengiriman Dibuka

    Selasa, 22 September 2026, September 22, 2026 WIB Last Updated 2026-09-22T09:47:34Z
    masukkan script iklan disini




    TEGAL,Opsjurnal.asia – Penggunaan material beton U-ditch dalam proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Kumisik, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, menjadi perhatian Forum Masyarakat Peduli Pembangunan (FMPP).


    Ketua FMPP, Irwan Jaelani, mempertanyakan keterlacakan material U-ditch yang telah terpasang di sepanjang jalur pekerjaan. Sorotan tersebut berkaitan dengan tidak terlihatnya cap, tanda identitas, maupun emboss yang menunjukkan nama atau identitas pabrikan pada sejumlah U-ditch yang terpasang.


    Menurut Irwan, kondisi tersebut perlu mendapatkan penjelasan, khususnya terkait asal-usul material dan dokumen pendukung yang dapat membuktikan proses pengiriman dari pabrik hingga ke lokasi proyek.


    “Pertanyaan kami sederhana, kalau U-ditch ini memang dikirim dari pabrik, ke mana faktur pengirimannya?” tegas Irwan Jaelani, Senin (21/9/2026).


    Ia menjelaskan, faktur atau dokumen pengiriman tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memastikan keterlacakan material yang digunakan dalam proyek dengan nilai pekerjaan lebih dari Rp64 miliar.


    “Kalau memang material itu berasal dari pabrik tertentu, harus ada bukti administrasinya. Ada faktur pengiriman, jumlah material yang dikirim, spesifikasinya, dan dari mana material itu dikirim. Itu harus jelas,” ujarnya.


    Irwan menilai, apabila identitas pabrikan tidak terlihat secara fisik pada material, maka keberadaan dokumen pendukung seperti faktur pengiriman dan dokumen mutu menjadi semakin penting.


    “Kalau di materialnya tidak ada cap atau emboss pabrikan, maka dokumen pengiriman dan dokumen mutu menjadi penting untuk menjawab pertanyaan masyarakat. Jangan sampai asal-usul material hanya berdasarkan keterangan lisan,” katanya.


    Meski demikian, Irwan menegaskan FMPP tidak sedang menyimpulkan adanya pelanggaran dalam penggunaan material tersebut. Menurutnya, pihaknya hanya meminta keterbukaan agar masyarakat dapat mengetahui asal-usul material dan kesesuaiannya dengan persyaratan teknis pekerjaan.


    “Kami tidak menuduh. Kami mempertanyakan dan meminta keterbukaan. Kalau memang semuanya sesuai kontrak, tinggal tunjukkan dokumennya. Dari situ masyarakat bisa melihat dan menilai,” tegasnya.


    FMPP juga meminta penjelasan mengenai dokumen pengiriman material, asal pabrik, spesifikasi teknis U-ditch, serta dokumen pengujian mutu yang berkaitan dengan material tersebut.


    “Proyek ini nilainya besar dan menggunakan anggaran negara. Karena itu, material yang dipasang juga harus jelas asal-usulnya dan bisa dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun teknis,” pungkas Irwan.


    Proyek Rehabilitasi DI Kumisik merupakan pekerjaan di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali-Juana dan dilaksanakan oleh Satuan Kerja SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air Pemali-Juana.

    (YN) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini