• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates
    BREAKING NEWS
    Memuat Breaking News...

    Iklan

    Iklan

    📈 LIVE MARKET

    👋 Halo!

    Selamat datang di OPS Jurnal.
    Temukan berita terbaru, investigasi, dan informasi terpercaya setiap hari.

    Semua Layanan Ops Jurnal
    📰

    Ketua DPD HARPI Jabar Bu Euis Leli Yamasari M.PD., DIPLM.Cidesco: Perempuan Bukan Objek Pembangunan, Melainkan Pelaku Utama Pembangun Negeri!

    Kamis, 10 September 2026, September 10, 2026 WIB Last Updated 2026-09-10T11:55:23Z
    masukkan script iklan disini

    Garut — Opsjurnal.asia — Gebyar HARPI DPC Kabupaten Garut hari ini bukan sekadar perayaan seremonial biasa. Di hadapan ratusan peserta yang memadati lokasi acara, Euis Leli Yamasari, M.Pd., Diplm. Cidesco., selaku Ketua DPD HARPI Provinsi Jawa Barat, menyampaikan pernyataan yang sangat tegas dan menohok. Ia menegaskan bahwa perempuan harus diposisikan sebagai subjek dan pelaku utama pembangunan, bukan sekadar objek penerima kebijakan.
     
    Pernyataan ini disampaikan langsung saat beliau memberikan sambutan resmi dalam rangka Gebyar HARPI Kabupaten Garut yang berlangsung hari ini. Kehadirannya menjadi bukti bahwa HARPI di tingkat provinsi benar-benar hadir dan memperkuat gerakan perempuan di daerah.
     
    Dalam pidatonya yang penuh semangat patriotisme, Euis Leli Yamasari menegaskan bahwa peran perempuan dalam sejarah bangsa ini tidak boleh diremehkan.
     
    "Sejarah mencatat, perempuan selalu hadir di barisan terdepan perjuangan bangsa. Mulai dari kemerdekaan hingga pembangunan saat ini. Semangat patriotisme perempuan tidak diukur dari medan perang, melainkan dari keteguhan hati membangun keluarga berkualitas, masyarakat beradab, dan bangsa berkarakter," tegasnya disambut tepuk tangan gemuruh peserta.
     
    Ia menyoroti makna mendalam dari rangkaian kegiatan yang digelar DPC Garut — mulai dari seminar, workshop keterampilan, hingga lomba kebaya dan parade budaya. Menurutnya, itu bukan sekadar hiburan, melainkan strategi nyata pemberdayaan.
     
    "Kebaya yang kita kenakan hari ini bukan sekadar busana. Itu identitas budaya, kebanggaan jati diri bangsa. Keterampilan yang dipelajari bukan sekadar hobi. Itu bekal kemandirian ekonomi. Dan keluarga yang kuat, itulah fondasi negara yang kokoh," ujarnya dengan lantang.

    Salah satu poin yang paling menohok dari pernyataan Ketua DPD HARPI Jawa Barat ini adalah ajakan kepada perempuan untuk tidak sekadar pasif menanti kebijakan dari atas.
     
    "Perempuan tidak boleh hanya menanti kebijakan turun ke bawah. Kita harus aktif menciptakan nilai tambah bagi diri sendiri dan lingkungan. HARPI hadir bukan untuk meminta-minta perhatian, tapi untuk memberi manfaat nyata. Kita harus menjadi perekat di tengah keberagaman, sumber inspirasi bagi perempuan yang ingin berkarya, dan mitra andal pemerintah dalam membangun daerah," tegasnya.
     
    Pernyataan ini sekaligus menjawab keraguan yang sering muncul di masyarakat mengenai eksistensi organisasi perempuan. Bahwa HARPI bukan sekadar kumpul-kumpul, melainkan kekuatan sosial yang nyata dampaknya.
    Euis Leli Yamasari juga memberikan pesan khusus kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota DPC Kabupaten Garut agar tidak cepat puas dengan capaian yang ada saat ini.
     
    "Jadikan momentum ini sebagai awal langkah yang lebih jauh. Ilmu yang didapat, amalkan. Kebersamaan yang terjalin, pertahankan. Semangat yang hari ini berkobar, jangan pernah padam. Jadilah perempuan yang cerdas agar mampu berpikir kritis, mandiri agar mampu menopang kehidupan, dan berhati mulia agar mampu memberi manfaat bagi sesama," pesannya membakar semangat seluruh peserta.
    Di kesempatan yang sama, Euis Leli Yamasari juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Garut yang telah bersinergi dengan HARPI.
     
    "Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Garut, khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, atas dukungan dan sinerginya. Semoga ke depan kolaborasi ini semakin erat dan semakin bermakna dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat. Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri tanpa kebersamaan antara pemerintah dan kekuatan masyarakat," ujarnya.
     
    Di akhir sambutannya, beliau menutup dengan seruan patriotik yang menggema di seluruh ruangan:
     
    "Selama kita bersatu, berilmu, dan berkarya, maka tidak ada tantangan yang terlalu besar bagi perempuan Indonesia. Tetaplah menjadi pelita di tengah masyarakat, tetaplah menjadi kekuatan yang membangun negeri. Dirgahayu selalu untuk Republik Indonesia!"

    (M.A. Zakariyya S.E)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini