• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates
    BREAKING NEWS
    Memuat Breaking News...

    Iklan

    Iklan

    📈 LIVE MARKET

    👋 Halo!

    Selamat datang di OPS Jurnal.
    Temukan berita terbaru, investigasi, dan informasi terpercaya setiap hari.

    Semua Layanan Ops Jurnal
    📰
    📰 BERITA TERKINI
    Memuat berita terbaru...

    Kemarau dan kabut asap pasar Johor Baru sepi

    Minggu, 27 September 2026, September 27, 2026 WIB Last Updated 2026-09-26T17:59:39Z
    masukkan script iklan disini

     



    Kemarau dan Kabut Asap Bikin Pasar Johor Baru Sepi, Pedagang Keluhkan Pengunjung Terus Berkurang

    BATANG HARI, OPS JURNAL ASIA — Aktivitas perdagangan di Pasar Johor Baru, Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari, Jambi, kini tak seramai sebelumnya.

    Pasar yang dahulu ramai didatangi warga untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari tersebut mengalami penurunan jumlah pengunjung sejak musim kemarau melanda wilayah setempat. Kondisi semakin terasa ketika kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan akibat kebakaran lahan dan hutan.

    Sejumlah pedagang mengaku kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas jual beli. Jika sebelumnya pasar dipadati masyarakat, kini suasana terlihat lebih lengang dan jumlah pembeli mengalami penurunan.

    Kabut asap membuat sebagian warga memilih mengurangi aktivitas di luar rumah. Selain faktor kesehatan dan jarak pandang, kondisi cuaca yang panas serta kualitas udara yang kurang nyaman diduga turut membuat masyarakat enggan datang ke pasar.

    Bagi para pedagang kecil, berkurangnya pengunjung berarti berkurangnya pula omzet harian. Mereka berharap kondisi kemarau dan kabut asap segera berakhir sehingga aktivitas masyarakat kembali normal.

    “Dulu pasar ini ramai, sekarang jauh berbeda. Pengunjung semakin berkurang sejak kemarau dan kabut asap,” keluh salah seorang pedagang.

    Kondisi Pasar Johor Baru ini menjadi gambaran bahwa dampak kemarau dan kabut asap bukan hanya dirasakan dari sisi lingkungan dan kesehatan, tetapi juga mulai memukul aktivitas ekonomi masyarakat.

    Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi kabut asap serta mencegah meluasnya kebakaran lahan, sehingga roda perekonomian masyarakat Desa Bungku dapat kembali bergerak normal.

    OPS JURNAL ASIA
    Redaksi: Alparezha

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini