Garut - Opsjurnal.asia - Tepat ketika komando pembubaran barisan berkumandang di Lapangan Otista usai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, M.A. Zakariyya, S.E. selaku Kepala Perwakilan Wilayah Jawa Barat Media Opsjurnal.asia berkesempatan mewawancarai langsung Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Inf Fahrisal Efendi Sinaga, S.I.P.
Di sela-sela ketertiban dan kekhidmatan yang masih terasa, Dandim menegaskan bahwa kerapihan barisan yang baru saja bubar adalah simbol kesungguhan hati, bukan sekadar tata cara seremonial semata. “Kemerdekaan bukanlah sesuatu yang diam dan dibiarkan begitu saja, melainkan amanah hidup yang harus terus dijaga dengan disiplin tinggi, persatuan yang kokoh, dan tanggung jawab yang tak pernah putus,” ujarnya dengan tegas namun tenang.
Menyinggung tema besar peringatan kali ini, “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, ia menekankan bahwa ini adalah janji sejarah yang harus ditepati bersama. “Tugas kita bukan hanya menjaga batas wilayah dari ancaman luar, melainkan menjaga persatuan dari perpecahan internal, menjaga keadilan agar tak terdistorsi kepentingan, dan menjaga kemakmuran agar dirasakan merata hingga ke lapisan masyarakat paling bawah,” tegas Letkol Fahrisal.
Merespons kekompakan seluruh unsur Forkopimda yang tampil bersatu dalam upacara tersebut, Dandim menyatakan bahwa sinergitas inilah benteng pertahanan yang sesungguhnya. “Ketika pemimpin daerah, aparat keamanan, lembaga legislatif, dan segenap elemen masyarakat melangkah seirama dan sejalan, tidak ada tantangan yang mampu meruntuhkan negara ini. Persatuan adalah kekuatan mutlak kita,” pungkasnya.
Catatan Debu Jalanan Gatra:
Barisan boleh bubar, namun semangat pengabdian tak boleh bercerai. Amanah yang disampaikan Komandan adalah pelajaran luhur: kehormatan bukan hanya terlihat saat berdiri tegap berbaris, melainkan saat kita kembali ke tugas masing-masing dengan hati yang tetap tegak dan setia pada tanah air.
(M.A. Zakariyya S.E - Debu Jalanan Gatra)


