OKU TIMUR –7.agustus.2026
Harga gas elpiji subsidi 3 kilogram di Kecamatan Belitang Mulya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, dikeluhkan warga karena diduga melambung jauh di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah. Di lapangan, masyarakat mengaku harus membeli elpiji 3 kilogram dengan harga Rp35.000, 40.000 hingga Rp45.000 per tabung.
Kondisi tersebut memicu keresahan warga. Di tengah mahalnya harga kebutuhan pokok, masyarakat kecil justru harus menanggung beban tambahan untuk mendapatkan gas subsidi yang semestinya diperuntukkan bagi warga kurang mampu.
Salah seorang warga, Dinni, mengaku tidak memiliki pilihan selain membeli dengan harga tinggi karena kebutuhan memasak setiap hari. Menurutnya, jika tidak membeli, keluarganya tidak bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Warga mempertanyakan mengapa harga elpiji subsidi bisa melonjak hingga hampir dua kali lipat dari harga yang disebut berlaku, yakni Rp22.500 per tabung. Mereka meminta pemerintah tidak hanya menerima laporan, tetapi segera turun ke lapangan untuk mengusut penyebab tingginya harga tersebut.
Masyarakat mendesak Bupati OKU Timur, Dinas Perdagangan, Pertamina, serta aparat penegak hukum agar melakukan inspeksi mendadak terhadap rantai distribusi elpiji subsidi. Jika ditemukan pangkalan atau oknum penjual yang menjual di atas ketentuan atau menyalurkan elpiji tidak sesuai aturan, warga meminta agar diberikan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku.
Bagi warga Belitang Mulya, persoalannya bukan sekadar mahalnya harga gas, melainkan menyangkut hak masyarakat atas barang bersubsidi yang seharusnya mudah diperoleh dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Mereka berharap persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut dan segera mendapat tindakan nyata dari pemerintah daerah.
Ind16



