TANGGERANG - Opsjurnal.asia - Usai menghadiri peringatan Hari Anak Nasional di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman didampingi oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H. melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Taruna Daan Mogot, Kota Tangerang.
Dalam suasana khidmat dan penuh penghormatan, Kepala Staf Kepresidenan memimpin prosesi doa kebangsaan serta penaburan bunga di makam RM Subianto Djojohadikusumo dan RM Soejono Djojohadikusumo, paman dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
MOMENTUM REFLEKSI ATAS PERJUANGAN KEBANGSAAN
Kehadiran para pejabat tinggi negara di tempat peristirahatan terakhir para pendahulu bukan sekadar penghormatan pribadi, melainkan pengakuan konstitusional dan patriotik: kemerdekaan yang kita nikmati hari ini tidak muncul dengan sendirinya, melainkan ditebus dengan pengorbanan jiwa, raga, dan segala milik para pahlawan bangsa.
Nilai pengabdian yang mereka tunjukkan menjadi landasan moral dan kompas etika bagi seluruh penyelenggara negara. Semangat menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan adalah warisan abadi yang wajib dipegang teguh oleh setiap generasi penerus.
TELADAN BAGI GENERASI MASA DEPAN
Kepala Staf Kepresidenan menegaskan bahwa sejarah mengajarkan: kedaulatan dan kemajuan tidak cukup dipertahankan hanya dengan kekuatan, melainkan dengan kesadaran persatuan dan kelanjutan pengabdian tanpa henti. Mengenang jasa pahlawan berarti berjanji untuk tidak mengkhianati cita-cita mereka: mewujudkan Indonesia yang berdaulat, bersatu, adil, dan makmur.
Momen ini juga menjadi jembatan makna antara pembinaan generasi muda di LPKA dan penjagaan warisan sejarah: setiap anak bangsa, tanpa terkecuali, berhak dididik menjadi penerus yang mampu melanjutkan jejak pengabdian bagi kemajuan tanah air.
(M.A. Zakariyya S.E)


