GARUT – OPSJURNAL.ASIA | LAPORAN KHUSUS - Menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI) Ke-2 yang akan digelar pada 30–31 Juli 2026, sejumlah pengurus daerah memberikan pandangan mendalam terkait arah kebijakan dan strategi penguatan organisasi. Melalui sambungan telepon yang dilakukan hari ini, Jumat (24/7/2026), H. Hendra Saputra, Ketua DPD IKAPEKSI Jawa Barat, bersama Asep Rahmat Permana, S.HI., S.H. selaku Ketua DPC IKAPEKSI Kabupaten Garut, menyoroti urgensi perhelatan ini ditinjau dari aspek tata kelola organisasi, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kapasitas ekonomi berbasis kemitraan internasional.
Mengacu pada tema utama Rakernas: “Memperkuat Sinergi DPP–DPD–DPC Menuju IKAPEKSI yang Profesional, Mandiri, dan Berdaya Saing Global”, H. Hendra Saputra menegaskan bahwa sinergi bukan sekadar istilah retoris, melainkan prinsip manajemen organisasi yang harus dijalankan secara sistematis dan terukur.
“Secara teoritis, keberhasilan sebuah organisasi berjenjang sangat bergantung pada keselarasan visi, kesatuan langkah, dan mekanisme koordinasi yang terbangun dengan baik di setiap tingkatan. Rakernas kali ini menjadi momentum krusial untuk merapikan sistem kerja antar tingkatan kepengurusan, sehingga tidak terjadi kesenjangan informasi maupun ketidaksinkronan program antara pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota,” urai H. Hendra. Jumat, (24/7/26)
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa peran DPD sebagai jembatan sekaligus pengendali pelaksana kebijakan di tingkat wilayah menjadi sangat strategis. “Jawa Barat dengan keragaman potensi ekonominya memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi barometer pelaksanaan program IKAPEKSI yang adaptif dengan karakteristik daerah, namun tetap berada dalam koridor tujuan nasional yang telah disepakati bersama.”
Di tingkat pelaksana paling bawah, Asep Rahmat Permana, S.HI., S.H. menambahkan bahwa kesiapan DPC sangat ditentukan oleh dukungan kebijakan dan arahan teknis yang jelas dari tingkatan di atas.
“Kami di daerah menghadapi realitas lapangan yang beragam, mulai dari aspek legalitas usaha, akses informasi program magang industri, hingga jaringan kerja sama usaha. Rakernas ini kami harapkan mampu melahirkan rumusan kebijakan yang tidak hanya bersifat umum, namun memberikan panduan teknis yang memudahkan kami di tingkat akar rumput untuk menjangkau seluruh anggota secara merata,” ujarnya.
Ditinjau dari aspek ilmu pengetahuan dan hukum organisasi, ia menekankan pentingnya penguatan landasan aturan main yang partisipatif. “Setiap peraturan yang ditetapkan harus mencerminkan aspirasi seluruh tingkatan kepengurusan, sehingga kepatuhan terhadap aturan tersebut lahir dari kesadaran bersama, bukan sekadar kewajiban administratif semata. Hal ini adalah prinsip dasar pembentukan organisasi yang sehat dan berkelanjutan.”
Ketiga pilar utama tujuan Rakernas—Profesional, Mandiri, Berdaya Saing Global—dijelaskan sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan:
- Profesionalisme bermakna pengelolaan organisasi dan pelaksanaan program yang didasarkan pada kaidah manajemen modern, kompetensi yang teruji, serta akuntabilitas yang tinggi;
- Kemandirian dimaknai sebagai kemampuan organisasi dan anggotanya untuk berdiri tegak dengan kekuatan sendiri, namun tetap terbuka terhadap kerja sama yang setara dan saling menguntungkan;
- Berdaya saing global menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia dan produk usaha yang mampu bersanding dengan standar internasional, sekaligus menjaga jati diri dan nilai luhur budaya bangsa.
“Kemitraan dengan Jepang yang menjadi cikal bakal berdirinya IKAPEKSI bukan hanya sekadar hubungan teknis semata, melainkan pertukaran peradaban, ilmu pengetahuan, dan etos kerja yang harus diserap dan disesuaikan dengan konteks budaya Indonesia. Inilah esensi kemajuan yang beradab,” tegas Asep Rahmat Permana.
Di akhir pernyataannya, kedua pengurus ini menyatakan optimisme sekaligus harapan agar perhelatan nanti tidak melahirkan keputusan yang hanya tertulis di atas kertas, melainkan menjadi titik tolak perubahan nyata.
“Kami berharap Rakernas IKAPEKSI Ke-2 ini menghasilkan rumusan strategis yang komprehensif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun organisatoris. Sehingga ke depannya, IKAPEKSI benar-benar menjadi wadah yang mampu melahirkan pengusaha-pengusaha Indonesia yang tidak hanya cakap dalam usaha, tetapi juga berkarakter kuat, bermoral tinggi, dan mampu membawa nama harum bangsa di kancah internasional,” pungkas mereka serentak.
(M.A. Zakariyya S.E)


