Garut - Opsjurnal.asia - Kabupaten Garut kini tengah mencatatkan tonggak penting dalam pengembangan prestasi olahraga daerah. Telah memasuki hari ke lima pelaksanaan, Turnamen Bola Voli GRIB CUP III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh PAC GRIB Jaya Cisurupan terus berjalan di Lapangan Ivo Amora, Desa Cisero, Kecamatan Cisurupan. Ajang ini kini telah menjadi saksi nyata tekad, disiplin, dan semangat juang para atlet terbaik se-Kabupaten Garut, sekaligus menjadi laboratorium konsolidasi potensi olahraga serta bukti persaudaraan antarwilayah yang terjalin melalui sportivitas.
Tahun ketiga pelaksanaan GRIB CUP ini berjalan dengan standar tata kelola kompetisi yang semakin matang, mencakup kategori Putra dan Putri yang melibatkan perwakilan dari berbagai penjuru Garut. Dua pertandingan pembuka yang telah digelar pekan lalu terbukti memiliki bobot taktis dan psikologis krusial, menjadi dasar penentuan arah penampilan tim sepanjang kompetisi sekaligus indikator kesiapan menghadapi tekanan pertandingan tingkat daerah.
Yayat Elun selaku Ketua Pelaksana sekaligus Ketua PAC GRIB Jaya Cisurupan menyampaikan bahwa hari ke lima perjalanan kompetisi berjalan sesuai rencana dan prinsip yang ditetapkan.
“Kami bersyukur lima hari ini berjalan tertib, aman, dan sepenuhnya mengacu pada standar resmi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Pertandingan antara MDN melawan TMC, serta Dragonesia menghadapi Persada, telah membuktikan keseriusan GRIB menjadikan ajang ini sebagai wadah pembibitan atlet unggulan sekaligus mempererat persaudaraan. Kami berharap momentum positif ini terus terjaga, seluruh peserta tetap menjunjung tinggi kehormatan permainan, dan menjadikan sisa kompetisi sebagai sarana belajar serta peningkatan prestasi,” tegas Yayat Elun. Jumat, (4/7/26)
Diketahui, Tim MDN tampil dengan keunggulan variasi serangan depan, sementara Tim TMC membuktikan ketangguhan pertahanan lapis keduanya. Di laga berikutnya, Tim Dragonesia menampilkan permainan dinamis dan serangan melompat yang kuat, berhadapan dengan kematangan strategi serta ketenangan Tim Persada di poin krusial.
Sementara itu, Rina Srikandi selaku Anggota Panitia dari PAC GRIB Cisurupan menambahkan bahwa berjalannya hari ke lima ini membuktikan nilai strategis turnamen bagi pemuda Garut.
“Fakta bahwa turnamen ini telah berjalan satu minggu dengan antusiasme yang terus tinggi membuktikan bahwa GRIB CUP bukan sekadar ajang adu kekuatan, melainkan sarana pembentukan karakter disiplin, gotong royong, dan rasa hormat. Kehadiran tim dari berbagai wilayah yang saling berkompetisi namun tetap bersaudara adalah bukti nyata olahraga mampu menjembatani persatuan. Semoga semangat ini terus terjaga hingga penutupan nanti,” ujar Rina Srikandi.
Hingga saat ini, kompetisi mengajarkan bahwa keunggulan fisik harus diimbangi kecerdasan taktis, dan ambisi kemenangan harus dibarengi rasa hormat kepada lawan. GRIB CUP III menegaskan investasi pada olahraga adalah investasi pada karakter generasi muda dan persatuan daerah.
Panitia memastikan seluruh rangkaian selanjutnya akan tetap berjalan adil, jujur, dan sportif. Hasil kompetisi bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal untuk mengidentifikasi potensi, memperbaiki kekurangan, dan bersama-sama mengangkat prestasi olahraga Garut ke tingkat yang lebih tinggi.
(M.A Zakariyya S.E)


