Kota Tegal, opsjurnal.asia – Polres Tegal Kota mengajak ratusan pelajar dan mahasiswa untuk berdialog mengenai karakter, masa depan, serta berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda melalui kegiatan Bhayangkara Youth Edu-Fest 2026 yang berlangsung di Aula Deviacita, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dan dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus komunikasi antara kepolisian dengan generasi muda.
Sebelum memasuki sesi utama, peserta diajak menyaksikan tayangan video yang menampilkan berbagai bentuk pelayanan dan pengabdian Polres Tegal Kota kepada masyarakat. Mulai dari layanan darurat 110, pelayanan SIM dan SKCK, patroli kepolisian, Unit Reaksi Cepat (URC), hingga berbagai program pembinaan generasi muda.
Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya mengatakan bahwa perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat menuntut pendekatan yang lebih adaptif dalam membangun komunikasi dengan generasi muda.
“Anak-anak muda hari ini tumbuh di era digital. Karena itu kami ingin hadir lebih dekat, lebih terbuka, dan membangun komunikasi yang baik agar mereka tidak hanya mengenal polisi sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra,” ujar AKBP Heru Antariksa Cahya.
Menurutnya, melalui semangat H.A.D.I.R yang merupakan akronim dari Humanis, Adaptif, Dedikasi, Integritas, dan Responsif, Polres Tegal Kota terus berupaya menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat, termasuk kalangan pelajar dan mahasiswa.
“Kami ingin generasi muda memahami bahwa polisi hadir untuk melayani, melindungi, dan menjadi bagian dari solusi. Karena itu kami terus membuka ruang dialog agar terbangun kepercayaan dan kemitraan yang kuat,” tegasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talkshow interaktif yang menghadirkan narasumber dari BNN Kota Tegal, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Tegal, serta Polres Tegal Kota. Dalam sesi tersebut, berbagai isu yang dekat dengan kehidupan remaja dibahas secara terbuka, mulai dari bahaya penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), hingga kenakalan remaja.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan dinamis. Para peserta tampak antusias menyampaikan pertanyaan, gagasan, serta pandangan mereka kepada para narasumber. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan merchandise kepada peserta yang aktif selama sesi berlangsung.
Sebagai penutup, seluruh peserta membacakan deklarasi bersama untuk menolak kenakalan remaja, bullying, dan penyalahgunaan narkoba. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai wujud dukungan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan positif.
Melalui Bhayangkara Youth Edu-Fest 2026, Polres Tegal Kota berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang berkarakter, berintegritas, serta mampu menjadi pelopor keamanan dan ketertiban, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
(PEWARTA : DIYARNI/YANI)

