Bojonegoro, Jatim - Rata-rata Lama Sekolah atau RLS penduduk Bojonegoro terus menunjukkan tren peningkatan pada 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, RLS penduduk usia 25 tahun ke atas mencapai 7,78 tahun.
Angka tersebut meningkat 0,19 tahun dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 7,59 tahun.
Dalam kurun lima tahun terakhir, RLS Kabupaten Bojonegoro juga naik 0,45 tahun atau sebesar 6,14 persen.
Kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan akses dan partisipasi pendidikan masyarakat.
Meski demikian, capaian Bojonegoro masih berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur.
Pada tahun 2025, rata-rata lama sekolah penduduk Jawa Timur tercatat mencapai 8,39 tahun.
Sementara itu, rata-rata lama sekolah nasional pada periode yang sama mencapai 9,07 tahun.
Data tersebut menggambarkan rata-rata penduduk Bojonegoro bersekolah hingga jenjang kelas VII.
Artinya, sebagian besar penduduk belum menyelesaikan pendidikan hingga tingkat menengah.
Dibandingkan dengan 37 kabupaten dan kota lain di Jawa Timur, posisi Bojonegoro berada ke-27.
Peringkat tersebut menunjukkan masih adanya tantangan dalam pembangunan pendidikan daerah.
Di tingkat provinsi, Kota Madiun mencatat RLS tertinggi dengan capaian 12,12 tahun.
Posisi berikutnya ditempati Kota Mojokerto dengan rata-rata lama sekolah 11,44 tahun.
Kota Malang berada di urutan ketiga dengan capaian rata-rata lama sekolah 11,36 tahun.
Sementara Kota Surabaya menempati posisi keempat dengan rata-rata 11,15 tahun.
Adapun Kota Kediri berada di peringkat kelima dengan capaian rata-rata 11,09 tahun.
Di sisi lain, Kabupaten Sampang menjadi daerah dengan RLS terendah di Jawa Timur.
Rata-rata lama sekolah penduduk Kabupaten Sampang tercatat hanya mencapai 5,19 tahun.
Peningkatan RLS Bojonegoro menjadi kabar baik bagi pembangunan sumber daya manusia.
Namun jarak dengan rata-rata provinsi dan nasional masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Perbaikan kualitas pendidikan dinilai penting untuk mendorong daya saing daerah ke depan.
Sebab, pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia unggul. [Agus].

