Garut – Opsjurnal.asia - Nilai kebaikan tidak hanya terukur dari apa yang kita miliki, tetapi dari apa yang rela kita berikan. Setetes darah yang mengalir, bukan sekadar cairan kehidupan, melainkan jembatan harapan yang menyambungkan hati kepada sesama, sekaligus benih karakter luhur yang ditanamkan pada generasi muda.”
Demikianlah hakikat mulia yang tercermin dalam kegiatan bakti sosial donor darah yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kepolisian Republik Indonesia yang ke-80. Kegiatan berlangsung secara khidmat dan penuh rasa kekeluargaan di Aula Mumun Surachman, lingkungan Markas Kepolisian Resor Garut, Jalan Sudirman, Kabupaten Garut. Hari ini, melalui sambungan telepon, awak media berhasil menghimpun keterangan resmi dan pandangan mendalam dari berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Salah satu partisipan yang menjadi sorotan adalah anggota Pramuka Saka Bhayangkara Polres Garut. Keikutsertaan mereka bukan sekadar memenuhi undangan kegiatan, melainkan sebuah bentuk pengabdian yang didampingi langsung oleh pembinanya, yaitu Kepala Seksi Pembinaan Masyarakat Polres Garut, AKP Aam Kunaefi, S.I.P., bersama Pembina Saka Bhayangkara Polres Garut, Elin Marlina, S.E.
Dalam pernyataannya, AKP Aam Kunaefi, S.I.P. menjelaskan makna filosofis dan pendidikan di balik keikutsertaan para anggota muda ini.
“Bagi kami, kegiatan ini memiliki dimensi yang sangat luas. Trisatya dan Dasadarma yang diucapkan sebagai janji kehormatan Pramuka tidak boleh berhenti sebagai hafalan semata, melainkan harus menjadi pedoman hidup yang diterjemahkan dalam perbuatan nyata. Menyumbangkan darah adalah wujud nyata dari pengabdian kepada Tuhan, bangsa, dan sesama manusia. Setetes darah yang diberikan sangat berarti; ia dapat menyelamatkan nyawa, sekaligus mendidik jiwa generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat, memiliki rasa tanggung jawab sosial, serta mampu mandiri dalam memberikan manfaat bagi lingkungannya,” tegasnya dengan penuh penghayatan. Rabu, (24/06/26)
Sementara itu, Elin Marlina, S.E. menambahkan bahwa pembentukan jati diri generasi muda memerlukan sarana pengalaman yang menyentuh hati dan akal pikiran.
“Pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui teori di ruang kelas. Ia akan mengakar kuat jika dialami dan dirasakan secara langsung. Ketika adik-adik memahami bahwa darah yang mereka sumbangkan dapat menjadi harapan bagi orang yang membutuhkan, maka kesadaran akan makna berbagi akan tumbuh dalam sanubari mereka. Inilah proses pembentukan manusia seutuhnya: cerdas secara akal, kaya akan rasa kemanusiaan, dan kokoh dalam moral,” urainya.
Semangat, dukungan, serta doa tulus turut disampaikan oleh Kepala Kepolisian Sektor Limbangan, AKP Masrokan, S.E. Beliau menyampaikan apresiasi sekaligus dorongan motivasi melalui keterangannya.
“Saya merasa sangat bangga dan mengucapkan selamat kepada adik-adik Pramuka Saka Bhayangkara yang telah mengambil langkah mulia ini. Apa yang dilakukan hari ini sangat sejalan dengan semangat pengabdian yang dijunjung tinggi oleh Kepolisian Republik Indonesia dan Gerakan Pramuka. Semoga semangat kepedulian ini terus menyala dan menjadi kebiasaan yang melekat sepanjang hayat. Semoga setetes kebaikan ini menjadi amal jariyah yang bermanfaat bagi sesama, menjadi tabungan bekal kehidupan, serta membawa keberkahan bagi masa depan mereka nanti,” pesannya dengan penuh harapan.
Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara Kepolisian dan Gerakan Pramuka tidak hanya bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, melainkan juga berperan aktif dalam membangun peradaban yang lebih manusiawi. Melalui langkah-langkah nyata seperti ini, diharapkan lahir generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki hati yang peka dan jiwa pengabdian yang tinggi.
(M.A. Zakariyya, S.E.)



