• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    PM Gatra Rd. H. Holil Aksan Umarzen Di Hari Lahir Bung Karno: Ingatkan Kemerdekaan Belum Usai Dan Keadilan Harus Dituntaskan

    Sabtu, 06 Juni 2026, Juni 06, 2026 WIB Last Updated 2026-06-06T04:02:10Z
    masukkan script iklan disini

    Garut.Opsjurnal.asia – Tanggal 6 Juni bukan sekadar penanda hari kelahiran seorang tokoh besar. Tanggal itu menandai lahirnya anak bangsa yang mengubah arah sejarah Indonesia: Soekarno, Proklamator Kemerdekaan, Penggali Pancasila, dan pendiri bangsa yang mengabdikan hidupnya demi mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

     

    Hal tersebut disampaikan H Rd. Holil Aksan Umarzen, Ketua Umum PM GATRA sekaligus pemerhati kebangsaan dan lingkungan hidup, dalam wawancara khusus bersama awak media Opsjurnal.asia pada hari ini, Sabtu 6 Juni 2026.

     


    Menurutnya, mengenang Bung Karno tidak cukup hanya dengan menabur bunga di makam, mengutip pidato, atau menggelar seremonial tahunan semata. Penghormatan yang sesungguhnya adalah bertanya dengan jujur: sejauh mana cita-cita yang diperjuangkannya telah terwujud dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini?

     

     


     

    Kemerdekaan Sudah Tercapai, Tujuan Akhir Belum

     

    “Bangsa patut bersyukur. Lebih dari 80 tahun merdeka, Indonesia tetap berdiri tegak sebagai negara berdaulat dan semakin diperhitungkan di kancah dunia. Namun Bung Karno tidak memperjuangkan kemerdekaan hanya untuk mengganti bentuk penguasa. Baginya, kemerdekaan adalah sarana, bukan tujuan akhir. Tujuan sesungguhnya adalah mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

     

    Pertanyaan yang paling relevan saat ini bukan lagi apakah Indonesia sudah merdeka, melainkan: Apakah kemerdekaan itu benar-benar telah menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyatnya tanpa terkecuali?

     

    Kekayaan Negeri Belum Sepenuhnya Dirasakan

     

    Di tengah berbagai kemajuan pembangunan, bangsa ini masih menghadapi tantangan nyata. Korupsi masih menggerogoti sendi kehidupan bernegara, kesenjangan ekonomi terasa makin lebar, kerusakan lingkungan mengkhawatirkan masa depan, dan ketimpangan pembangunan antardaerah masih sulit dipungkiri. Sebagian wilayah tumbuh pesat, sementara yang lain masih berjuang mengejar ketertinggalan.

     

    “Indonesia adalah negeri yang sangat kaya: tanahnya subur, lautnya luas, hutannya lebat, dan sumber daya alamnya termasuk yang terbesar di dunia. Lalu mengapa masih ada rakyat yang kesulitan mengakses pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan yang layak? Mengapa kekayaan negeri ini belum sepenuhnya menjadi kemakmuran bagi rakyatnya sendiri?” tanya H Rd. Holil.


    Pancasila Harus Jadi Panduan Nyata

     

    Ia mengingatkan bahwa Pancasila tidak lahir hanya untuk dipajang di dinding atau sekadar diucapkan dalam upacara. Pancasila adalah kompas moral bangsa.

     

    Terutama pada Sila Kelima: “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Kalimat ini bukan penutup semata, melainkan tujuan akhir seluruh perjuangan. Selama masih ada ketimpangan dan rakyat yang tertinggal, maka amanat sila kelima itu belumlah terwujud sepenuhnya.

     

    “Pemerataan pembangunan bukan ancaman bagi persatuan, justru menjadi fondasi terkuatnya. Setiap langkah yang mendekatkan pelayanan ke rakyat, mengurangi kesenjangan, dan menyejahterakan masyarakat adalah bagian dari meneruskan semangat perjuangan Bung Karno,” tambahnya.

     

    Perjuangan Belum Berakhir

     

    Ditutup dengan pesan mendalam yang menggema:

    “Seandainya Bung Karno hadir hari ini, mungkin beliau tidak akan bertanya soal gedung megah atau panjangnya jalan tol. Beliau pasti akan bertanya: Apakah rakyat sudah merasakan keadilan? Apakah kekayaan negeri ini benar-benar dinikmati oleh seluruh anak bangsa? Apakah negara hadir melindungi mereka yang paling membutuhkan?”

     

    “Perjuangan Bung Karno belum selesai. Tugas kita hari ini adalah melanjutkannya: menjaga persatuan, melawan ketidakadilan, dan memastikan kemerdekaan yang telah diraih benar-benar membawa kebahagiaan bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

     

    Selamat Hari Kelahiran Bung Karno.

    Kemerdekaan telah kita raih.

    Kini saatnya kita bersama menuntaskan keadilan yang beliau cita-citakan.

     

    (M.A.Zakariyya S.E)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini