• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Perkuat Pintu Masuk Negara, BNN Dan BARANTIN Jajaki Kerja Sama Berantas NARKOTIKA

    Kamis, 04 Juni 2026, Juni 04, 2026 WIB Last Updated 2026-06-04T16:15:29Z
    masukkan script iklan disini

    Garut.Opsjurnal.asia – Jakarta, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, melakukan kunjungan audiensi dengan Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, di Gedung Mina Bahari II, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, pada Kamis (4/6/2026). Pertemuan ini bertujuan mempererat sinergi serta menjajaki kerja sama strategis guna mengantisipasi dan mendeteksi penyelundupan narkotika melalui jalur perbatasan dan pintu masuk negara.

     

    Kepala Barantin menyambut baik kedatangan rombongan BNN. Ia mengungkapkan bahwa modus penyelundupan narkotika kini semakin berkembang dan canggih, bahkan tidak sedikit yang memanfaatkan jalur pengawasan di bawah kewenangan lembaganya. Sebagai gambaran, disebutkan kasus sebelumnya di mana ganja seberat 800 kilogram asal Jerman berhasil diselundupkan dengan cara dicampur ke dalam bahan pakan ternak.

     

    “Sekarang narkotika juga sudah bertransformasi ke bentuk yang lebih beragam, termasuk yang berwujud cairan. Oleh karena itu, kami mendiskusikan langkah-langkah antisipasi agar peredaran narkotika, baik yang masuk dari luar negeri maupun yang berpindah antarwilayah di dalam negeri, dapat dikendalikan dengan dukungan penuh dari jajaran Barantin,” ujar Abdul Kadir Karding.

     

    Sebagai lembaga yang berada di garis terdepan pengawasan di perbatasan, pelabuhan, dan bandara, Barantin berkomitmen memperkuat sistem penelusuran serta pemeriksaan sejak dini. Informasi mengenai modus-modus baru yang ditemukan BNN akan disampaikan secara berkala kepada petugas di lapangan agar deteksi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Selain itu, kedua lembaga sepakat akan menghubungkan basis data terpercaya milik Barantin dengan sistem informasi BNN untuk memantau pergerakan yang mencurigakan secara langsung dan akurat.

     

    “Upaya ini sangat penting demi menyelamatkan masa depan bangsa. Kita sedang menuju Generasi Emas, jangan sampai cita-cita itu terhambat dan justru menjadikan generasi kita sebagai ‘generasi cemas’ akibat peredaran narkotika. Semua pihak harus terlibat aktif,” tegas Kepala Barantin.

     

    Sementara itu, Kepala BNN RI menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan komitmen yang ditunjukkan Barantin. Menurutnya, tugas pemberantasan narkotika sangat berkaitan erat dengan fungsi Barantin selaku penjaga gerbang masuk Indonesia.

     

    Dalam pertemuan tersebut, Suyudi memaparkan perkembangan tren narkotika terkini yang tidak lagi hanya berbentuk padat, serbuk, pil, atau tanaman, melainkan sudah banyak yang berwujud cair. Jenis baru ini, termasuk kanabinoid sintetis, kerap disalahgunakan dan dimasukkan ke dalam rokok elektrik yang saat ini menjadi tren gaya hidup di kalangan generasi muda.

     

    “Mendeteksi narkotika berbentuk cair memerlukan metode dan peralatan khusus, sehingga butuh kerja sama yang sangat erat. Mengingat posisi geografis Indonesia yang strategis serta adanya jaringan narkotika internasional di kawasan Asia Tenggara seperti Segitiga Emas, pengawasan di seluruh pintu masuk harus diperketat secara maksimal,” ujar Suyudi Ario Seto.

     

    Ia menambahkan, pengawasan juga tidak hanya difokuskan pada pelabuhan dan bandara resmi, melainkan menjangkau pula titik-titik perairan atau jalur masuk tidak resmi yang kerap menjadi celah penyelundupan. Untuk mematangkan langkah pencegahan, pemberantasan, hingga pelatihan teknis bersama, BNN dan Barantin menyepakati akan segera menyusun Nota Kesepahaman (MoU) serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam waktu dekat.

     

    (M.A.Zakariyya S.E)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini