• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Komoditas Pertanian Bojonegoro Berpeluang Tembus Pasar Ekspor

    Senin, 15 Juni 2026, Juni 15, 2026 WIB Last Updated 2026-06-15T15:56:34Z
    masukkan script iklan disini



    Bojonegoro, Jatim - Kabupaten Bojonegoro selama ini dikenal sebagai daerah penghasil migas. Namun sektor pertanian juga menyimpan potensi ekonomi yang besar.

    Didukung lahan pertanian yang luas, berbagai komoditas unggulan terus diproduksi petani untuk memenuhi kebutuhan pasar.

    Berdasarkan kajian komoditas unggulan pertanian Bojonegoro, jagung menjadi salah satu sektor yang paling potensial.

    Selain jagung, komoditas seperti padi, kedelai, tebu, hingga peternakan juga menjadi kekuatan ekonomi daerah.

    Jagung selama ini menjadi andalan petani karena memiliki pasar yang luas dan kebutuhan yang terus meningkat.

    Potensi ekspor juga terbuka lebar apabila hasil pertanian mampu memenuhi standar kualitas pasar internasional.

    Selain komoditas primer, peluang besar juga muncul dari produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

    Singkong misalnya, tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi aneka camilan modern.

    Keberhasilan itu dibuktikan oleh keripik singkong premium Matoh asal Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.

    Pada Desember 2025, produk tersebut berhasil melakukan ekspor perdana ke Arab Saudi dalam satu kontainer.

    Nilai ekspor perdana tersebut mencapai sekitar 17.500 dolar Amerika Serikat dan mendapat perhatian luas.

    Keberhasilan itu menunjukkan bahwa produk UMKM Bojonegoro mampu bersaing di pasar internasional.

    Ekspor produk olahan turut memberikan dampak positif terhadap peningkatan permintaan bahan baku petani.

    Semakin berkembang industri pengolahan pangan, semakin besar pula peluang peningkatan kesejahteraan petani.

    Karena itu, hilirisasi hasil pertanian menjadi langkah penting untuk memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan.

    Komoditas pertanian tidak cukup hanya dijual mentah, tetapi perlu diolah agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

    Kemasan modern, sertifikasi produk, dan kualitas produksi menjadi kunci untuk menembus pasar ekspor.

    Dukungan pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga pendamping juga diperlukan untuk memperluas akses pasar.

    Melalui kolaborasi tersebut, produk lokal dapat memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat global.

    Jika potensi ini terus dikembangkan, Bojonegoro tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil migas nasional.

    Ke depan, Bojonegoro berpeluang menjadi salah satu pusat ekspor komoditas pertanian dan camilan olahan.

    Sumber data komoditas mengacu pada kajian Identifikasi Komoditas Unggulan Pertanian Kabupaten Bojonegoro.

    Sementara data ekspor keripik singkong Matoh berasal dari pelepasan ekspor perdana ke Arab Saudi tahun 2025. [Agus].
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini