Jakarta.Opsjurnal.asia — Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman, H.E. Frank-Walter Steinmeier, sejumlah tokoh terkemuka dunia usaha Indonesia turut hadir dalam jamuan santap siang kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta. Acara ini menjadi momen strategis untuk menjembatani hubungan antarnegara dengan kolaborasi nyata di sektor ekonomi dan perdagangan.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, bersama jajaran pengurus dan para pelaku usaha nasional terkemuka turut menghadiri acara tersebut. Kehadiran mereka dalam agenda kenegaraan tingkat tinggi ini dinilai memiliki makna mendalam sebagai wujud keterlibatan aktif dunia usaha dalam memperkuat ikatan ekonomi kedua negara.
“Kehadiran Kadin Indonesia beserta jajaran pengusaha nasional dalam kesempatan ini mencerminkan pentingnya peran sektor swasta sebagai pilar utama dalam memperkokoh hubungan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Jerman. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah dalam memperluas dan meningkatkan kualitas kerja sama di berbagai sektor strategis,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan. Senin, (15/06/26)
Kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah dan pelaku usaha diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kemitraan yang saling menguntungkan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan bagi kedua negara.
Selain Ketua Umum Anindya Bakrie, sejumlah tokoh kunci juga turut hadir dalam kesempatan tersebut, yaitu:
1. Bobby Gafur Umar, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Investasi, Hilirisasi, Energi dan Lingkungan Hidup
2. Prijono Sugiarto, Chairman Ekonid, Anggota Dewan Usaha Kadin Indonesia
3. Yuzak Kertowidjoyo, CEO Indomobil
4. Surya Fitri, President PT Siemens Indonesia
5. Peter Medalla, President BMW Indonesia
6. Nadia Habibie, Presiden PT Rumah Sakit Barelang
7. Donald Rachmat, CEO Mercedes Benz Indonesia
Kehadiran para pemimpin usaha ini diharapkan dapat mempererat komunikasi, membangun kepercayaan, serta menggali potensi kerja sama baru yang selaras dengan arah pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2046.
(M.A. Zakariyya, S.E)


