Bojonegoro, Jatim | Opini.
Inflasi tahunan Kabupaten Bojonegoro pada Mei 2026 tercatat 2,09 persen. Angka ini sama dengan bulan sebelumnya.
Di atas kertas, kondisi tersebut terlihat stabil. Namun stabilitas angka belum tentu berarti biaya hidup ikut stabil.
Data menunjukkan inflasi tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 9,23 persen.
Bahkan subkelompok perawatan pribadi lainnya melonjak hingga 26,55 persen. Angka ini jauh di atas inflasi umum.
Kenaikan tersebut memunculkan pertanyaan publik. Faktor apa yang membuat kelompok ini meningkat begitu tinggi?
Sementara itu, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan justru mengalami deflasi sebesar 0,11 persen.
Peralatan informasi dan komunikasi tercatat turun 0,75 persen. Teknologi semakin murah, kebutuhan lain justru naik.
Fenomena ini menunjukkan tekanan harga tidak terjadi merata. Dampaknya berbeda pada setiap kelompok masyarakat.
Bagi keluarga berpenghasilan rendah, inflasi bukan sekadar persentase. Yang dirasakan adalah pengeluaran harian.
Masyarakat lebih merasakan harga kebutuhan yang naik dibanding angka statistik yang terlihat stabil di laporan.
Karena itu, pemerintah daerah perlu membaca data lebih dalam, bukan hanya melihat angka inflasi secara umum.
Publik berhak mengetahui kelompok kebutuhan apa yang paling membebani rumah tangga dan bagaimana solusinya.
Sebab keberhasilan ekonomi tidak hanya diukur dari statistik, tetapi dari kemampuan warga memenuhi kebutuhan hidup. [Agus].
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), Inflasi (YoY) Mei 2026 Menurut Kelompok di Kabupaten Bojonegoro, dipublikasikan Databoks, diperbarui 8 Juni 2026.

