SUM-SEL 7-JUNI-2026
Sejarah selalu mencatat bahwa pemimpin besar lahir bukan dari banyaknya janji yang diucapkan, melainkan dari jejak kerja yang ditinggalkan.
Di tengah dinamika politik yang mulai menghangat menjelang Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan mendatang, satu nama terus mengalir dari perbincangan warung kopi, kelompok tani, majelis taklim, hingga ruang-ruang diskusi masyarakat: Lanosin Hamzah.
Bagi sebagian masyarakat, Lanosin bukan sekadar kepala daerah. Ia adalah sosok yang berhasil mengubah potensi menjadi prestasi, mengubah harapan menjadi kenyataan, dan membuktikan bahwa pembangunan dapat dirasakan hingga ke desa-desa.
Ketika OKU Timur Membuat Indonesia Menoleh
Tak banyak daerah yang mampu mencuri perhatian nasional. Namun di bawah kepemimpinan Lanosin Hamzah, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur berhasil melakukannya.
Tahun 2025 menjadi saksi ketika OKU Timur masuk peringkat keempat nasional dalam peningkatan produksi beras. Di saat banyak daerah menghadapi tantangan pangan, OKU Timur justru tampil sebagai salah satu penopang ketahanan pangan Indonesia.
Penghargaan dari Presiden Republik Indonesia bukan sekadar simbol. Itu adalah pengakuan bahwa dari hamparan sawah OKU Timur, lahir kontribusi nyata untuk negeri.
Bagi para petani, keberhasilan ini bukan angka statistik. Itu adalah hasil dari kebijakan yang berpihak, perhatian yang konsisten, dan kepemimpinan yang memahami denyut kehidupan rakyat.
Saat Kesehatan Bukan Lagi Kemewahan
Pemimpin diuji ketika rakyat membutuhkan perlindungan.
Di bidang kesehatan, Lanosin Hamzah membuktikan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh menjadi barang mewah yang hanya bisa dinikmati sebagian orang.
Melalui berbagai program yang dijalankan, OKU Timur berhasil meraih UHC Award 2026 dengan cakupan jaminan kesehatan mencapai lebih dari 98 persen penduduk.
Di balik angka itu ada jutaan harapan. Ada masyarakat yang tidak lagi takut berobat karena biaya. Ada keluarga yang merasa lebih tenang karena negara hadir ketika mereka membutuhkan bantuan.
Tidak Melupakan Mereka yang Sering Terlupakan
Banyak pemimpin berbicara tentang rakyat kecil. Namun tidak semua menghadirkan kebijakan untuk mereka.
Lanosin Hamzah memilih langkah berbeda.
Ribuan guru ngaji, marbot masjid, pekerja informal, dan masyarakat rentan mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Mereka yang selama ini berada di pinggiran perhatian justru diberi tempat dalam kebijakan pemerintah.
Karena bagi seorang pemimpin, kemajuan tidak hanya diukur dari megahnya pembangunan, tetapi dari seberapa banyak rakyat kecil yang merasakan manfaatnya.
Membangun Masa Depan Lewat Pendidikan
Lanosin memahami bahwa jalan menuju kemajuan tidak cukup dibangun dengan beton dan aspal.
Jalan itu juga harus dibangun melalui pendidikan.
Beasiswa diberikan. Seragam sekolah gratis disalurkan. Sarana pendidikan diperkuat.
Komitmen tersebut mengantarkannya menerima penghargaan nasional atas dukungannya terhadap pelestarian bahasa daerah dan penguatan dunia pendidikan.
Karena ia percaya, investasi terbaik sebuah daerah bukanlah gedung tinggi, melainkan generasi muda yang cerdas dan berdaya saing.
Menjaga Iman di Tengah Pembangunan
Di tengah arus modernisasi, pembangunan sering kali hanya berbicara tentang ekonomi.
Namun Lanosin memilih menjaga keseimbangan.
Pendidikan Al-Qur'an, pembinaan guru ngaji, dan pemberdayaan generasi muda berbasis masjid menjadi bagian penting dari arah pembangunan daerah.
Atas kepeduliannya tersebut, ia menerima BKPRMI Award tingkat nasional.
Sebuah penghargaan yang menunjukkan bahwa kemajuan daerah tidak harus meninggalkan nilai-nilai agama dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Sumatera Selatan.
Membangun dari Desa, Menguatkan Sumatera Selatan
Lanosin memahami bahwa kekuatan Sumatera Selatan tidak hanya berada di kota-kota besar.
Kekuatan itu berada di desa.
Karena itu, lebih dari Rp263 miliar dana desa digelontorkan untuk pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, UMKM, pendidikan, dan kesehatan.
Langkah tersebut menciptakan efek berantai yang menggerakkan ekonomi rakyat dari bawah.
Sebab desa yang maju akan melahirkan kabupaten yang kuat. Kabupaten yang kuat akan melahirkan provinsi yang maju.
Bukan Sekadar Kandidat, Tetapi Rekam Jejak yang Nyata
Menjelang pertarungan politik mendatang, masyarakat tentu akan dihadapkan pada banyak pilihan dan banyak janji.
Namun di atas semua itu, rakyat selalu mencari satu hal yang paling penting: bukti.
Bukti bahwa seorang pemimpin mampu bekerja.
Bukti bahwa kebijakan yang dibuat benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat.
Bukti bahwa keberhasilan bukan hanya slogan kampanye.
Dan ketika berbicara tentang bukti, nama Lanosin Hamzah membawa catatan yang tidak bisa diabaikan.
Dari sawah yang menghidupi bangsa, dari kartu jaminan kesehatan yang melindungi rakyat, dari guru ngaji yang mendapatkan perhatian, dari anak-anak yang memperoleh kesempatan pendidikan, hingga desa-desa yang terus tumbuh dan berkembang.
Karena itu, bagi banyak masyarakat Sumatera Selatan, pertanyaan hari ini bukan lagi "Siapa yang ingin menjadi gubernur?"
Melainkan:
"Siapa yang telah membuktikan dirinya layak memimpin Sumatera Selatan?"
Dan dalam pertanyaan itulah, nama Lanosin Hamzah semakin kuat bergema dari Timur Sumatera Selatan menuju seluruh penjuru provinsi.
Ind16



