Bojonegoro, Jatim | OpsJurnal.Asia.
Opini, - Kabupaten Bojonegoro dikenal sebagai daerah penghasil migas yang menopang perekonomian dan keuangan daerah selama ini.
Nilai PDRB dan APBD yang besar menjadikan Bojonegoro termasuk daerah kaya di Jawa Timur.
Namun data terbaru menunjukkan fakta yang patut menjadi perhatian publik dan para pengambil kebijakan.
BPS mencatat ekonomi Bojonegoro tahun 2025 tumbuh sebesar 5,32 persen secara tahunan.
Saat sektor migas dikeluarkan, pertumbuhan ekonomi nonmigas justru mencapai 6,12 persen.
Fakta tersebut menunjukkan sektor nonmigas tumbuh lebih cepat dibanding sektor migas.
Pada tahun 2024 kondisi serupa juga terjadi dalam struktur pertumbuhan ekonomi daerah.
Ekonomi Bojonegoro tumbuh 1,67 persen sementara nonmigas mampu tumbuh hingga 5,15 persen.
Data ini mengindikasikan mesin pertumbuhan ekonomi mulai bergeser ke sektor nonmigas.
Pertanian, perdagangan, jasa dan sektor produktif lainnya mulai menunjukkan peran yang semakin besar.
Temuan tersebut sejalan dengan penelitian ekonomi wilayah Eks Karesidenan Bojonegoro.
Penelitian itu menyebut sektor pertambangan unggul dari sisi kontribusi ekonomi daerah.
Namun sektor pertambangan dan penggalian justru tercatat memiliki daya saing yang lemah.
Ironi ini menunjukkan bahwa sektor terbesar belum tentu menjadi sektor paling kompetitif.
Ketergantungan terhadap migas dapat menjadi tantangan bagi keberlanjutan pembangunan daerah.
Migas merupakan sumber daya terbatas yang suatu saat dapat mengalami penurunan produksi.
Karena itu penguatan ekonomi nonmigas menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda lagi.
APBD besar semestinya diarahkan memperkuat sektor ekonomi yang berkelanjutan dan produktif.
Pertanian modern perlu ditingkatkan agar mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar.
UMKM dan industri pengolahan juga perlu didorong menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru.
Ekonomi digital dan peningkatan kualitas SDM harus menjadi prioritas pembangunan jangka panjang.
Pertanyaan yang layak diajukan adalah apakah kekayaan migas sudah menjadi kesejahteraan berkelanjutan.
Ataukah daerah masih terlalu bergantung pada sumber daya yang tidak dapat diperbarui tersebut.
Data pertumbuhan ekonomi terbaru memberi sinyal penting bagi arah pembangunan Bojonegoro.
Masa depan daerah tampaknya tidak lagi bertumpu sepenuhnya pada sektor migas semata.
Melainkan pada kemampuan membangun sektor nonmigas yang kuat, kompetitif dan berkelanjutan.
Karena daerah yang kuat bukan hanya kaya sumber daya, tetapi juga kaya daya saing ekonomi. [Agus].

