• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    8 Alsintan APBN 2026 Mengalir ke Petani Bojonegoro Menuju Pertanian Modern

    Selasa, 02 Juni 2026, Juni 02, 2026 WIB Last Updated 2026-06-02T14:11:46Z
    masukkan script iklan disini


    Bojonegoro, Jatim | OpsJurnal.Asia.
    Pemkab Bojonegoro melalui DKPP menyalurkan bantuan alsintan APBN 2026 kepada poktan dan gapoktan.

    Penyaluran bantuan dilakukan Selasa 2 Juni 2026 sebagai upaya memperkuat modernisasi sektor pertanian daerah.

    Program ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, dan daya saing usaha tani petani.

    Sebanyak delapan unit alsintan diserahkan kepada delapan poktan dan gapoktan yang memenuhi persyaratan.

    Bantuan tersebut terdiri dari enam unit traktor roda dua, satu traktor roda empat, dan satu rice transplanter.

    Alsintan diharapkan mampu mempercepat pengolahan lahan serta mendukung peningkatan hasil produksi pertanian.

    Wakil Bupati Bojonegoro mengatakan dukungan kepada petani terus diperkuat secara menyeluruh.

    Pemerintah daerah tidak hanya membantu sarana produksi, tetapi juga memperhatikan kebutuhan pascapanen.

    Salah satu program pendukung yang dijalankan ialah listrik masuk sawah untuk membantu kebutuhan pengairan.

    Pemkab juga berupaya menjaga ketersediaan pupuk agar kebutuhan petani dapat terpenuhi sepanjang musim tanam.

    Selain itu, pemantauan harga hasil panen dilakukan guna menjaga stabilitas pendapatan para petani.

    "Dukungan diberikan melalui alsintan, pengairan, pupuk, dan pemantauan harga hasil panen," ujarnya Nurul Azizah.

    Pemkab juga menyiapkan bantuan benih padi unggul varietas Gamagora bagi kelompok tani.

    Varietas tersebut diperkirakan mampu menghasilkan produktivitas lebih dari delapan ton per hektare.

    Program bantuan ini diharapkan mendorong peningkatan hasil panen sekaligus kesejahteraan para petani.


    Sementara, Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani, menegaskan penerima dipilih secara selektif.

    Kelompok penerima wajib terdaftar dalam SIMLUHTAN dan memiliki legalitas yang jelas sesuai ketentuan.

    Penerima bantuan juga harus berkomitmen mengelola serta memanfaatkan alsintan secara optimal dan berkelanjutan.

    "Bantuan ini mendukung mekanisasi pertanian guna meningkatkan kapasitas produksi petani," katanya.

    Zaenal menegaskan bantuan alsintan diberikan gratis tanpa biaya dan tidak boleh disalahgunakan penerima.

    Alsintan dilarang diperjualbelikan, digadaikan, maupun dipindahtangankan kepada pihak lain oleh penerima.

    Poktan dan gapoktan bertanggung jawab atas operasional, perawatan, dan pemanfaatan alat tersebut.

    DKPP bersama penyuluh pertanian akan melakukan monitoring dan evaluasi pemanfaatan bantuan secara berkala.

    Hasil evaluasi akan menjadi dasar penyaluran bantuan berikutnya agar tepat sasaran dan lebih bermanfaat.

    Alsintan yang tidak dimanfaatkan secara optimal dapat direlokasi kepada kelompok tani yang membutuhkan.

    "Kami ingin bantuan pemerintah benar-benar berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan petani," pungkasnya. [Agus].
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini