Bojonegoro, Jatim | OpsJurnal.Asia.
Saat ini pergantian pucuk pimpinan PT BPR Bank Daerah Bojonegoro mulai ramai diperbincangkan.
Bukan karena ada kasus besar yang muncul ke publik, tetapi karena waktunya dianggap cukup menarik perhatian warga.
Direktur Utama sebelumnya, Sutarmini, diketahui sudah memimpin Bank Daerah Bojonegoro sejak sekitar tahun 2017.
Kalau dihitung sampai tahun 2026 sekarang, masa kepemimpinannya sudah hampir menyentuh satu dekade penuh.
Di dunia BPR dan BUMD, masa jabatan direksi umumnya memang lima tahun untuk satu kali periode jabatan.
Setelah itu biasanya bisa diperpanjang satu kali lagi dengan total kepemimpinan sekitar sepuluh tahun.
Karena itu, ketika masa jabatan mulai mendekati satu dekade, evaluasi besar biasanya mulai dilakukan.
Apalagi pergantian itu terjadi di masa awal dua tahun pemerintahan baru Kabupaten Bojonegoro tahun 2026 ini.
Situasi seperti itu sering membuat banyak posisi strategis ikut masuk dalam proses penyesuaian dan evaluasi.
Secara resmi memang tidak ada penjelasan soal persoalan hukum ataupun sanksi terhadap Bank Daerah Bojonegoro.
Justru sebelum pergantian terjadi, bank daerah tersebut sedang mendapat penghargaan tingkat nasional tahun ini.
Bank Daerah Bojonegoro bahkan meraih TOP BUMD Awards 2026 dan predikat Golden BUMD tingkat nasional.
Namun di lingkungan BUMD, pergantian pimpinan memang tidak selalu soal untung atau rugi perusahaan semata.
BUMD sering dianggap lebih dari sekadar perusahaan bisnis karena berkaitan dengan ekonomi dan arah daerah.
Semakin lama seseorang memimpin, biasanya semakin besar pula jaringan dan pengaruh yang terbentuk di internal.
Karena itu, pergantian pimpinan sering dibaca sebagai bagian dari penyegaran dan penataan arah baru perusahaan.
Saat ini posisi Pelaksana Tugas atau Plt Direktur Utama diisi oleh Moch Arief.
Moch Arief sebelumnya diketahui menjabat sebagai Direktur Operasional dan Bisnis di Bank Daerah Bojonegoro.
Penunjukan Plt biasanya dilakukan sambil menunggu proses penetapan Direktur Utama definitif berikutnya.
Publik pun kini mulai menunggu siapa sosok yang nantinya dipercaya memimpin Bank Daerah Bojonegoro ke depan. [Agus].

