• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Perceraian di Bojonegoro Tinggi, Ratusan Perkara Masuk Hingga Mei 2026

    Rabu, 27 Mei 2026, Mei 27, 2026 WIB Last Updated 2026-05-27T07:42:49Z
    masukkan script iklan disini


    Bojonegoro, Jatim | OpsJurnal.Asia.
    Perceraian di Kabupaten Bojonegoro ternyata masih tinggi sampai Mei 2026. 

    Diperkirakan hampir tiap hari perkara baru masuk ke Pengadilan Agama di wilayah provinsi Jawa Timur ini.

    Hal itu terpampang jelas dalam laman Direktori Putusan Mahkamah Agung, daftar perkara perceraian bertambah sepanjang tahun ini.

    Pada Januari 2026 saja, perkara perceraian yang masuk dari Bojonegoro disebut mencapai sekitar 488 kasus.

    Jumlah itu belum termasuk perkara baru yang terus berjalan dan masuk selama Februari hingga Mei 2026.

    Bila melihat pola rata-rata perkara tiap bulan, jumlah perceraian hingga Mei diperkirakan mendekati 2 ribu kasus.

    Mayoritas perkara yang masuk masih didominasi cerai gugat atau gugatan perceraian dari pihak istri kepada suami.

    Fenomena itu perlahan menjadi gambaran kalau banyak rumah tangga sedang tidak baik-baik saja di daerah ini.

    Ada yang dipicu masalah ekonomi, pertengkaran berkepanjangan, hingga komunikasi rumah tangga yang mulai renggang.

    Di ruang sidang Pengadilan Agama Bojonegoro, perkara perceraian seperti sudah menjadi aktivitas yang nyaris rutin.


    Nama-nama perkara terus muncul dalam Direktori Putusan Mahkamah Agung hampir setiap hari sepanjang tahun 2026.

    Beberapa perkara bahkan terlihat diputus cukup cepat setelah proses pendaftaran dan tahapan sidang berjalan.

    Tahun sebelumnya pun angkanya sudah tinggi. Sepanjang 2025, total perceraian di Bojonegoro mencapai sekitar 2.774 kasus.

    Dari jumlah itu, sekitar 2.086 perkara merupakan cerai gugat yang diajukan langsung oleh pihak istri.

    Angka tersebut memperlihatkan bahwa persoalan rumah tangga di Bojonegoro bukan lagi kasus yang berdiri sendiri.

    Sebab ketika perceraian terus meningkat, dampaknya ikut menyentuh kondisi anak hingga ekonomi dalam keluarga.

    Di sisi lain, tingginya angka perceraian juga mulai menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap kondisi sosial masyarakat.

    Direktori Putusan Mahkamah Agung kini menjadi salah satu sumber terbuka yang memperlihatkan arus perkara itu secara langsung.

    Masyarakat dapat melihat sendiri bagaimana daftar perkara perceraian di Pengadilan Agama Bojonegoro terus bertambah. [Agus].
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini