Bojonegoro Jatim | OpsJurnal.Asia
PDRB per kapita Kabupaten Bojonegoro tahun 2024 tercatat mencapai kisaran Rp76,81 juta per penduduk.
Nilai tersebut menggambarkan besarnya aktivitas ekonomi daerah dibanding total jumlah penduduk Bojonegoro.
Jika dihitung sederhana, nilai ekonomi itu setara sekitar Rp6,4 juta per bulan untuk setiap penduduk.
Namun, PDRB per kapita bukan berarti seluruh warga menerima pendapatan sebesar angka tersebut tiap bulan.
Angka itu merupakan rata-rata total hasil ekonomi daerah yang dibagi jumlah penduduk secara keseluruhan.
Sektor minyak dan gas bumi masih menjadi penopang utama tingginya nilai ekonomi Kabupaten Bojonegoro.
Kontribusi migas memberi pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan perputaran usaha di daerah.
Selain migas, sektor pertanian, perdagangan, konstruksi, dan jasa ikut menopang ekonomi masyarakat.
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Bojonegoro tahun 2025 mencapai sekitar 5,32 persen secara tahunan.
Pertumbuhan itu menunjukkan aktivitas ekonomi daerah masih bergerak positif di berbagai sektor usaha.
Meski tinggi, nilai PDRB per kapita belum sepenuhnya mencerminkan kesejahteraan seluruh masyarakat.
Distribusi pendapatan di daerah berbasis migas dinilai masih menyisakan ketimpangan ekonomi warga.
Sebagian besar nilai ekonomi daerah berasal dari industri besar yang tidak langsung dinikmati merata.
Kondisi itu memunculkan tantangan pemerataan pembangunan hingga penguatan ekonomi masyarakat bawah.
Penguatan UMKM, pertanian modern, dan investasi nonmigas dinilai penting bagi ekonomi berkelanjutan. [Ags].

