Garut.Opsjurnal.asia – Perjuangan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Garut Utara yang telah berjalan lebih dari satu dasawarsa dinilai memasuki fase krusial yang menuntut kedewasaan berpikir dan bertindak dari seluruh elemen pendukungnya. Hal tersebut disampaikan secara tegas oleh Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Rd H Holil Aksan Umarzen, dalam pernyataan resminya, Sabtu (30/5/2026).
Dengan mengutip prinsip hidup dan ayat Al-Qur'an Surat An-Nahl ayat 125, *“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik,” tokoh yang akrab disapa Holil ini mengingatkan bahwa perbedaan pendapat dan kritik adalah hal yang wajar, namun harus tetap berada dalam koridor yang membangun.
“Perjuangan ini dibangun oleh kebersamaan, diperkuat pengorbanan, dijalankan dengan kesabaran, dan dipelihara dengan harapan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Setiap kritik wajar adanya, namun harus tetap menjadi energi perbaikan, bukan berubah menjadi kegaduhan yang melemahkan,” tegasnya.
*Ilmu Tanpa Adab, Kehilangan Arah*
Dalam pernyataannya yang cukup mendalam, Ketua Umum PM Gatra menyentuh sisi karakter dan adab yang harus dimiliki setiap kader. Ia menegaskan bahwa kecerdasan dan pengetahuan tidak akan memberikan manfaat maksimal jika tidak disertai adab dan rasa saling menghormati.
“Tidak semua yang keras adalah keberanian. Tidak semua yang lantang adalah kebenaran. Ilmu tanpa adab, cahaya yang kehilangan arah. Begitu pula dalam organisasi, pengetahuan dan kemampuan akan kehilangan nilainya jika tidak disertai sikap saling menghargai dan mengutamakan kepentingan bersama,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tujuan utama perjuangan ini bukanlah jabatan atau kekuasaan semata, melainkan untuk kesejahteraan dan pemerataan pembangunan bagi masyarakat Garut Utara.
“PM Gatra tidak membutuhkan orang yang sekadar pandai berbicara. Kami butuh orang yang siap bekerja, menjaga persatuan, dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” ujarnya.
*Fase Perjuangan yang Butuh Kematangan*
Holil menilai, memasuki tahap yang lebih maju ini, seluruh elemen pendukung harus mulai menyaring energi agar tidak terbuang percuma pada hal-hal yang tidak produktif. Ia mengajak seluruh komponen untuk kembali mengingat niat awal.
“Perbedaan boleh ada, kritik boleh disampaikan, evaluasi harus dilakukan. Namun semuanya harus tetap berlandaskan hikmah dan semangat memperbaiki. Energi kita terlalu berharga jika dihabiskan untuk perdebatan yang tidak membawa kemajuan,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, ia menutup dengan pesan mendalam dan doa: “Perjuangan tanpa hikmah adalah langkah yang kehilangan tujuan. Sejarah tidak akan mencatat siapa yang paling keras bersuara, tetapi siapa yang tetap setia menjaga amanah ini hingga cita-cita tercapai.”
Berita ini disusun berdasarkan pernyataan resmi yang disampaikan oleh Ketua Umum PM Gatra. Redaksi menyajikan informasi ini secara objektif sebagai bahan renungan dan informasi publik, serta tetap membuka ruang bagi pandangan lain yang berkembang di masyarakat.
(M.A.Zakariyya S.E)

