• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Bukan Sekadar Daging: PDI Perjuangan Kota Tegal Buktikan Gotong Royong Lewat Kurban Idul Adha 1447 H

    Kamis, 28 Mei 2026, Mei 28, 2026 WIB Last Updated 2026-05-28T08:37:55Z
    masukkan script iklan disini



    KOTA TEGAL, opsjurnal.asia – Di balik sembelihan 2 sapi dan puluhan kambing, ada cerita tentang bagaimana politik bisa berubah menjadi pelukan hangat untuk masyarakat kecil. Itulah yang terjadi di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, Kamis (28/5/2026), saat Idul Adha 1447 H menjelma menjadi panggung nyata gotong royong.


    Bukan seremonial biasa. Di Jalan Setia Budi, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur itu, puluhan kader dan warga bahu-membahu menyembelih hewan kurban, mengemas daging, lalu membagikannya dengan sistem yang terukur—hingga ke empat kecamatan di Kota Tegal.


    "Gotong Royong Bukan Sekadar Slogan"


    Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, Edi Suripno, S.H., M.H., yang akrab disapa Mas Uyip, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bukti kongkret bahwa gotong royong masih hidup.


    "Hari ini DPC PDI Perjuangan Kota Tegal melakukan pemotongan hewan kurban sapi dan kambing. Ini bukan sekadar ritual tahunan. Ini adalah bagaimana kita memberikan effort (upaya) nyata untuk bermasyarakat, saling menguatkan satu sama lain," ujar Mas Uyip di sela-sela pembagian daging.






    Ia menyebut kontribusi para kader sangat terasa. Mulai dari Bapak Haris Turino, Ibu Rosalina, hingga Ibu Shanti Alda serta sejumlah kader lainnya bergotong royong, baik secara materi maupun tenaga.


    "Mereka semua bahu-membahu. Hasilnya, daging kurban ini bisa sampai ke masyarakat setempat dan kepada kader PDI Perjuangan yang benar-benar membutuhkan—secara terukur, bukan asal bagi," tambahnya.


    Mekanisme Terstruktur: Tembus Empat Kecamatan


    Yang menarik dari pelaksanaan kurban tahun ini adalah sistem distribusi yang rapi. Tidak semua daging dibagikan di tempat. Sebagian dikirim langsung ke empat kecamatan melalui koordinasi internal partai.


    "Mekanismenya, ada sebagian yang dibagikan di DPC partai, dan masing-masing dibagikan untuk empat kecamatan. Meskipun kecil, substansinya adalah hari ini kita bisa menyelaraskan momentum Idul Adha," jelas Mas Uyip.


    Pendekatan ini memastikan bahwa manfaat kurban tidak hanya terpusat di kantor DPC, tetapi merata hingga ke pelosok Tegal.


    Idul Adha: Sekolah Kehidupan Bermasyarakat


    Mas Uyip menyampaikan pesan mendalam di tengah hiruk-pikuk pemotongan hewan. Menurutnya, Idul Adha adalah momentum introspeksi sekaligus aksi.


    "Momentum Idul Adha ini sejatinya memberikan kita pelajaran bagaimana kita bermasyarakat, bagaimana kita bergotong royong. Melalui pemotongan hewan kurban, konsepsi gotong royong ini akan sangat terasa," ujarnya dengan nada penuh keyakinan.


    Ia tidak ingin semangat ini berhenti setelah daging habis dibagikan.


    "Harapan ke depan, budaya gotong royong ini terus menerus kita lakukan. Tidak hanya pada saat Idul Adha ini, tetapi pada kehidupan kita sehari-hari," pungkas Mas Uyip.


    Warga Antusias, Kader Semakin Solid


    Salah satu warga penerima daging, Siti Rohmah (45), mengaku terharu. "Alhamdulillah, tahun ini dapat daging kurban dari PDI Perjuangan. Langsung dibungkus rapi, dan petugasnya ramah. Ini baru namanya partai yang peduli," ujarnya.


    Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari itu ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Tidak ada kesan politik praktis yang mengemuka, yang terlihat justru senyum tulus warga dan kader yang saling membantu.


    Di tengah hiruk-pikuk politik nasional, PDI Perjuangan Kota Tegal memilih merayakan Idul Adha dengan cara yang sederhana namun bermakna: memotong hewan kurban, membagikan daging, dan menegaskan bahwa gotong royong adalah jalan utama membangun Kota Tegal yang lebih manusiawi. 

    (PERWATA : DIYARNI/YANI) 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini