Seluma,OpsJurnal.Asia -
Warga Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai, Jembatan Tak Kunjung Dibangun,warga Desa Simpang Kecamatan Seluma Utara Kabupaten Seluma harus Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai setiap hari akibat janji pembangunan jembatan yang tak kunjung terealisasi.
Masyarakat dipaksa bergantung pada tali tambang untuk melintasi sungai, terutama saat debit air meningkat usai hujan deras.
Jalur berbahaya ini menjadi urat nadi bagi petani yang mengangkut hasil kebun dan pelajar yang menuju sekolah, menghambat roda ekonomi serta akses pendidikan.
Kekecewaan warga memuncak karena pembangunan jembatan tersebut telah dijanjikan sejak tahun 2025 lalu, namun realisasinya nihil.
Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Seluma M Syaifullah menyampaikan bahwa jembatan penghubung akan dibangun melalui dana Instruksi Presiden (Inpres) senilai sekitar Rp3,2 miliar.
Jalur berbahaya ini menjadi urat nadi bagi petani yang mengangkut hasil kebun dan pelajar yang menuju sekolah, menghambat roda ekonomi serta akses pendidikan.
Proyek tersebut direncanakan berupa jembatan beton yang dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, guna memperlancar mobilitas dan mendukung perekonomian.
Memasuki pertengahan tahun 2026, rencana pembangunan itu masih belum terealisasi, memunculkan pertanyaan serius terkait komitmen pemerintah daerah.
Kepala Bidang Politik dan Strategi (Polkastrat) HIMASEL Fikri turut menyuarakan kekecewaan masyarakat atas kondisi tersebut.
“Kami tidak peduli soal administrasi, yang kami inginkan hanya jembatan kami dibangun,” ujar Fikri, Senin (20/4/26).
Ia menambahkan bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat vital bagi kehidupan warga, menyangkut akses ekonomi dan keselamatan, serta berharap pembangunan segera terealisasi agar tidak ada lagi rasa takut saat hujan dan air meluap.
Hingga kini, masyarakat Desa Simpang hanya bisa berharap pemerintah Kabupaten Seluma segera menunjukkan komitmen nyata di tengah derasnya arus sungai dan lambannya realisasi pembangunan
(yd)

