• Jelajahi

    Copyright © Ops Jurnal
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Komposter Jadi Strategi Sunyi Reduksi Sampah

    Jumat, 10 April 2026, April 10, 2026 WIB Last Updated 2026-04-10T11:58:01Z
    masukkan script iklan disini

         Bojonegoro Jatim | OpsJurnal.Asia

    Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggeser paradigma pengelolaan sampah, dari hilir ke hulu berbasis rumah tangga.

    Di TPA Banjarsari, inovasi drum komposter dikembangkan sebagai instrumen sederhana namun berdampak sistemik.

    Pendekatan ini menarget sumber utama, yakni sampah organik rumah tangga yang selama ini mendominasi timbunan.

    Data menunjukkan lonjakan volume sampah, dari 45 ribu ton pada 2024 menjadi lebih dari 47 ribu ton di 2025.

    Lonjakan ini menuntut solusi struktural, bukan sekadar perluasan kapasitas TPA yang bersifat reaktif.

    Drum komposter hadir sebagai jawaban, mengolah sampah dapur menjadi pupuk tanpa harus menunggu ke TPA.

    Desainnya adaptif, memanfaatkan drum bekas dengan sistem aerasi dan keran untuk hasil pupuk cair.

    Model ini memungkinkan produksi kompos padat dan cair sekaligus, memperluas nilai guna limbah organik.

    “Pembuatan komposter saat ini banyak dimanfaatkan sekolah sebagai media praktik dan edukasi lingkungan.”


    Edukasi menjadi pintu masuk perubahan, menanamkan kesadaran bahwa sampah bukan residu, melainkan ресурс.

    “Inisiatif ini lahir karena tingginya sampah organik rumah tangga yang sebenarnya bisa selesai di sumbernya.”

    Inovasi ini juga relevan bagi kawasan padat, yang minim lahan untuk pengolahan sampah konvensional.

    Lebih jauh, komposter berkontribusi menekan emisi metana dari timbunan sampah yang tidak terkelola.

    “Nilai manfaatnya langsung terasa, dari pupuk cair hingga kompos untuk tanaman rumah tangga warga.”

    Jika diadopsi pada level RT, dampaknya tidak linear, melainkan eksponensial terhadap beban TPA.

    Langkah ini menandai pergeseran budaya: dari membuang menjadi mengelola, dari beban menjadi manfaat.

    Pemkab menempatkan inovasi ini sebagai strategi jangka panjang menuju ekosistem lingkungan berkelanjutan. [Ags].
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini