Seluma,OpsJurnal.Asia -
Pencemaran udara dari limbah Claude Palm Oil (CPO) PT Olein Sawit Lestari di Desa Sarimulyo Kecamatan Sukaraja kian meresahkan masyarakat. Bahkan radius pencemarannya telah mencapai lebih dari satu kilometer.
Terdata ada warga di empat desa yang mengeluhkan bauh limbah ini, yakni Desa Sarimulyo, Kayu Arang dan Desa Lubuk Sahung Kecamatan Sukaraja. Serta Desa Talang Benuang Kecamatan Air Periukan.
“Jarak kami dari pabrik ke Desa Talang Benuang ini ada sekitar satu kilometer pak. Tapi bauhnya masih sangat menyengat,” ungkap Lp warga Desa Talang Benuang yang mohon namanya diinisialkan, Selasa 14 April 2026.
Menurutnya bau limbah terasa menyengat saat siang hingga sore hari. Bau limbah tersebut serupa bau (maaf) kotoran manusia, sehingga sangat meresahkan masyarakat.
“Sebelum ada PT OSL ini tidak ada bau apa apa. Sekarang setelah ada pabrik, bau seperti kotoran manusia ini terus ada,” kata Lp.
Senada juga disampaikan Iw, warga Desa Lubuk Sahung. Iw mengatakan semenjak beroperasinya PT OSL, warga mulai mencium aroma tak sedap tersebut. Sebab jarak Desa Lubuk Sahung dengan pabrik PT OSL hanya sekitar lima ratus meter.
“Kami minta ini jangan sampai berlarut. Sebab bau limbah ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Kasian juga, sebab di dekat pabrik itu juga ada sekolah,” ucap Iw.
Sementara itu masyarakat di lokasi PT OSL berada, Ko menyampaikan sudah sangat meresahkan bau limbah pabrik PT OSL tersebut. Masyarakat telah banyak mengeluhkan, namun belum ada tindakan dari pihak perusahaan.
“Minggu-minggu ini makin parah baunya. Kami masyarakat ini sudah sangat mengeluhkan, tapi pihak perusahaan masih cuek saja,” ujar Ko.
Ko mengatakan dirinya mendapat informasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Seluma telah turun, mendatangi PT OSL. Termasuk juga ada oknum yang mengaku utusan Pemkab Seluma. Namun bau limbah tetap ada, tidak ada perubahan sama sekali.
“Mohonlah pihak-pihak terkait, tindaklanjuti yang benar keluhan kami ini. Jangan sampai kami warga ini bertindak lebih jauh dan keras terhadap pabrik ini,” sampai Ko.
Sementara itu, DLH Seluma masih memilih bungkam menanggapi keluhan masyarakat ini. Saat Wartawan mencoba mengkonfirmasi terkait kunjungan ke PT OSL yang disebut warga, tidak ada tanggapan yang didapat.
(Yd)

